Mohon tunggu...
Susanti Hara
Susanti Hara Mohon Tunggu... Seorang pendidik yang suka berkreasi

Pembelajar aktif yang senang untuk terus berpartisipasi dan berkreasi untuk memberikan warna pada kehidupan

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

Apa Jadinya Ketika Generasi Milenial Belajar Merangkai Kalung dan Gelang?

24 Maret 2019   07:03 Diperbarui: 24 Maret 2019   11:46 32 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Apa Jadinya Ketika Generasi Milenial Belajar Merangkai Kalung dan Gelang?
interaksi anak dengan lingkungannya - dokpri

Sebagaimana kita ketahui, generasi milenial adalah generasi yang lahir di antara tahun 1980-an dan 2000-an, di mana kehidupan mereka tidak dapat dilepaskan dari teknologi informasi, terutama internet. Tentunya mereka sangat akrab sekali dengan gawai dalam keseharian.

Dan hal tersebut sangat benar. Ketika penulis mengobrol dengan beberapa orangtua peserta yang mengikuti kegiatan merangkai gelang dan kalung di Victory, di Jalan Asia Afrika No.12 Bandung, pekan kedua Maret 2019 ini. Orangtua peserta mengakui kalau putra-putrinya pada hari Minggu lebih banyak menggunakan gawai, entah itu untuk bermain game, menonton YouTube, atau menggunakan aplikasi sosial media lainnya. Dan ternyata, ada beberapa di antara mereka yang kewalahan menghadapi putra-putrinya untuk menjauhkan dari gawai dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan hadirnya kegiatan VICSI, atau Victory Kreasi, beberapa orangtua ini mengaku sangat senang. Mereka bisa sejenak menjauhkan putra-putrinya dari gawai. Dan tentunya mereka bisa melihat langsung generasi buah hati kesayangan mereka untuk berkreasi. Bahkan selama acara, penulis melihat interaksi antara orangtua dengan jantung hati tercinta.

Dan inilah beberapa hal positif yang penulis dapatkan selama mengikuti kegiatan dan melakukan pembimbingan:

1. Anak-anak belajar berinteraksi dengan orangtua dan lingkungannya. Tampak dari mereka masih bingung ketika awal pembuatan gelang dan kalung ini. Sehingga mereka tentu harus berkomunikasi dengan orangtua dan pelatihnya.2. Belajar berhitung. Dengan fasilitas yang telah disediakan pihak VICSI, anak harus menghitung jumlah manik yang mereka terima sesuai apa yang telah disebutkan pelatihnya. Tentunya ini melatih kecerdasan anak tersebut.

belajar menghitung jumlah manik - dokpri
belajar menghitung jumlah manik - dokpri
3. Belajar menyeimbangkan posisi kanan, kiri, dan tengah. Dalam pembelajaran membuat kalung, peserta ini harus mengikuti contoh yang ada. Agar kalung tampak indah, tidak miring, dan pusatnya benar-benar terlihat berbeda dari sebelah kanan dan kirinya, peserta harus bisa menyeimbangkan jumlah manik yang kanan, kiri, dan tengahnya. Tentunya hal ini sangat bagus sekali untuk melatih anak lebih tepat mengenal apa yang akan dibuatnya
Belajar menyeimbangkan posisi - dokpri
Belajar menyeimbangkan posisi - dokpri
4. Belajar merangkai kalung sampai jadi. Dan hal paling penting dari kegiatan ini adalah anak bisa merangkai kalung dan gelang sesuai yang dicontohkan. Dalam beberapa hal, pelatihan merangkai kalung ini sangat bagus untuk melatih motorik anak, fokus serta konsentrasi anak dalam pembuatan kalung dan gelang, dan satu hal yang tentunya sangat penting untuk anak itu sendiri. 
dokrpri
dokrpri
5. Melatih kepercayaan diri anak. Di mana pada awalnya ada beberapa anak yang mengatakan sulit untuk berkreasi, ternyata mereka bisa melakukan dan membawa pulang hasil karya mereka. Tentunya, selain membawa pulang kepercayaan diri, mereka juga akan membawa pulang cerita yang dapat dibagikan kembali selama proses pembuatan kalung dan gelang
Berpose bersama - dokpri
Berpose bersama - dokpri
6. Masih ada satu hal unik lagi dalam hal pembuatan kalung dan gelang ini. Menurut saya pribadi, jika orangtua atau pihak terdekatnya mengajak generasi milenial ini berkomunikasi atau menceritakan kembali apa yang telah mereka buat, bagaimana perasaan mereka, dan hal lainnya, tentu ini akan mengasah kecerdasan berbahasa anak-anak. 

Karena pada waktu mereka ditanya, tampak sekali mereka kesulitan untuk mengungkapkan apa yang telah mereka kerjakan selama berada di Vicory Kreasi, bagaimana hasilnya, dll seperti dalam video ini.

Kesulitan anak dalam berbicara di depan umum. Nah, jadi untuk para orangtua yang sangat sayang putra-putrinya, ada baiknya untuk lebih dekat dengan generasi milenial ini. Jangan biarkan mereka hanya duduk tenang sendirian dengan gawainya saja. Sudah tugas kita untuk membimbing mereka untuk lebih aktif berkreasi dan menghasilkan karya yang dapat membuat mereka lebih berarti dibandingkan hanya menjadi generasi konsumtif pengguna gawai dan internet.

Selamat membimbing putra-putrinya untuk Ayah dan Bunda.

Sampai ketemu dalam ulasan lainnya.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x