Mohon tunggu...
Susana Devi Anggasari
Susana Devi Anggasari Mohon Tunggu... Suka Nulis Tapi Bukan Penulis

Mamak dari Duo Mahajeng, istri dari Pak Taji Pecinta aksara, penikmat malam. Kenal saya lebih di susanadevi.com

Selanjutnya

Tutup

Bahasa Pilihan

Kesalahan Berbahasa Indonesia yang Sering Dilakukan

6 Juli 2020   01:44 Diperbarui: 6 Juli 2020   01:43 188 6 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kesalahan Berbahasa Indonesia yang Sering Dilakukan
kesalahan-berbahasa [ilustrasi pribadi]

Setiap orang Indonesia pasti dapat berbahasa Indonesia. Namun, saya yakin tak banyak yang paham penggunaan bahasa Indonesia. Tak mengapa, toh fungis bahasa Indonesia adalah berkomunikasi. Asal mitra tutur paham, tak masalah. Namun, akan menjadi masalah ketika bahasa digunakan sebagai media menyampaikan informasi dalam forum resmi atau ilmiah. 

Akan menjadi lucu jika  brosur-brosur atau poster layanan masyarakat ditulis tanpa memperhatikan kaidah penulisan bahasa bangsa sendiri. Malu oey!  Saat ini banyak sekali media daring yang memungkinkan semua masyarakat menjadi jurnalis. Bahasa bekennya citizen journalism. Sayangnya, masih banyak sekali "masyarakat jurnalis" yang asal ketika nulis. 

Apa saja sih kesalahan berbahasa yang kadang tidak kata sadari?

1. Penggunaan Di yang Dipisah dan Dirangkai

Dalam bahasa Indonesia, bentuk "di" memiliki dua fungsi, yaitu sebagai kata depan dan sebagai imbuhan. Bagaimana penulisan "di" yang benar? Penulisan "di" yang benar tentu saja sesuai fungsinya. Di sebagai kata depan ditulis terpisah. Di sebagai imbuhan ditulis dirangkai. Bagaimana membedakannya "Di" sebagai kata depan menyatakan keterangan waktu dan diikuti kata benda, sementara "di"sebagai imbuhan diikuti kata kerja.

Contoh "di" sebagai kata depan:

di pasar

di meja

di bawah bantal

Contoh "di" sebagai imbuhan:

dimakan

disapu

digigit

2. Penggunaan Di untuk Menyatakan Keterangan Waktu

Nah, ini juga tak kalah sering dilakukan. Saya pun masih sering melakukan kesalahan ini. Menggunakan kata di untuk menyatakan waktu. Kata "di" sebagai kata depan mempunyai peran semantis sebagai penanda tempat, bukan penanda waktu. Untuk penanda waktu sudah ada kata tersendiri yang mempunyai tugas tersebut, yaitu kata "pada". Oleh karena itu, penggunaan "di" dan "pada" tidak dapat saling dipertukarkan.

Contoh Kesalahan Penggunaan kata Depan "Di"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN