Mohon tunggu...
Suryo Adityo
Suryo Adityo Mohon Tunggu... Mahasiswa - bukan paranormal

anak sehat

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan

Permasalahan dan Saran yang Muncul pada Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

21 Oktober 2021   13:00 Diperbarui: 21 Oktober 2021   13:07 111 0 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Dok. pribadi penulis

Oleh: Adityo Suryo Saksono, Mahasiswa Magister Manajemen Universitas Sebelas Maret Surakarta

Sektor jasa yang memiliki peranan vital menunjang aktivitas sehari-hari adalah sektor jasa transportasi. Transportasi adalah sarana pertumbuhan penting dan strategis dalam  perekonomian, memengaruhi segala aspek kehidupan. Pentingnya transportasi dilihat dari meningkatnya kebutuhan jasa angkutan untuk mobilitas serta barang, yang diakibatkan meningkatnya pertumbuhan penduduk dan pemukiman yang semakin luas dikota-kota besar seperti Jakarta dan Bandung.

Jakarta merupakan pusat kegiatan industri, perdagangan dan pemerintahan, sedangkan Bandung sebagai ibukota Provinsi Jawa Barat dan salah satu destinasi wisata di Indonesia, aktivitas Jakarta dan Bandung mempunyai tingkat mobilitas yang tinggi. Melihat kebutuhan akan  transportasi di Jakarta Bandung tersebut, banyak bermunculan layanan jasa transportasi. Kereta api adalah alat transportasi dengan banyak keunggulan yang minim lahan, low cost, nyaman, minim polusi, massal, mengikuti perubahan teknologi yang ramah lingkungan sehingga memiliki potensinya digunakan dalam skala nasional. Kelebihan kereta api ini, yang menjadikan masyarakat memilih kereta api sebagai transportasi darat yang populer.

Pembangunan kereta cepat Jakarta--Bandung yang menuai perdebatan dikalangan masyarakat. Hal ini dimulai dari awal rencana  sampai  saat  acara  peresmian peletakan batu  pertama yang dilakukan Presiden Joko  Widodo, pada hari Kamis 21 januari 2016 di Walini, Jawa Barat. Proyek kereta Cepat Jakarta-Bandung  belum mendapatkan izin pembangunan dari Kementerian Perhubungan dan izin Analisi Dampak Lingkungan yang belum selesai, masyarakatpun melihat proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung dirasa akan memeperbesar ketimpangan infrastruktur antara Jawa dan daerah lain.

Dana Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung mengalami peningkatan biaya. Sementara proyek kereta cepat ini merupakan Proyek Strategis Nasional yang diperkirakan beroperasi pada awal 2023. Berikut rangkuman masalah masalah yang muncul pada proyek KCJB ini: Peningkatan Biaya, Kurangnya Komunikasi Antar Dua Konsorsium, Permintaan Audit Investigasi oleh PT KAI, Proyek KCJB Didanai dari Utang Luar Negeri.

Untuk saran atau solusi yang bisa diberikan alangkah baiknya jika proyek ini terus di jalankan, karena proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung konstruksi proyek sudah berjalan 77,9%. Jika dibiarkan mangkrak akan menambah masalah baru, dan membuat kesan pemerintah hanya buang-buang uang saja. Saran untuk proyek selanjutnya sebaiknya pemerintah lebih teliti dan  lebih bijak dalam menyusun anggaran agar tidak terjadi pembengkakan saat proyek sudah berjalan.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Pemerintahan Selengkapnya
Lihat Pemerintahan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan