Mohon tunggu...
Panuntun
Panuntun Mohon Tunggu... Petani yang hobbi menulis

Seorang Petani yang tinggal di pedesaan

Selanjutnya

Tutup

Novel

Mendung di Langit Demak (Bara di Kademangan Dawungan) Bagian 14

30 Juli 2020   07:57 Diperbarui: 30 Juli 2020   08:04 69 3 1 Mohon Tunggu...

"MENDUNG DI LANGIT DEMAK"
(Bara Di Kademangan Dawungan)

Bagian 14.


Pada waktu waktu selanjutnya, apa yang telah dilontarkan oleh Jatmika itu ternyata mulai mendapat sambutan oleh penghuni kademangan.

Orang orang telah mulai memperbincangkannya dengan penghuni kademangan lainnya. Beberapa orang nampaknya telah mulai tertarik atau bahkan mulai memberikan sikap dukungannya meskipun tetap saja ada beberapa diantaranya yang masih memilih untuk bersikap tertutup.

Ki Bekel sendiri  nampaknya juga sudah mulai mendengar perbincangan perbincangan yang semacam itu. 

Pada awalnya Ki Bekel manganggap bahwa desas desus itu hanya sekedar satu cara dari Jatmika ataupun Apsara untuk membakar semangat anak anak muda kademangan.

Namun seiring dengan berjalannya waktu, Ki Bekel mulai dapat merasakan bahwa desas desus itu nampaknya mulai diperbincangkan dengan sungguh sungguh oleh beberapa penghuni kademangan.

Atas perkembangan keadaan yang demikian Ki Bekel nampaknya memerlukan untuk membicarakannya dengan Apsara dalam kedudukannya sebagai pemimpin kademangan menggantikan ayahnya.

Dan demikianlah, dalam satu kesempatan, Ki Bekel telah pergi untuk menemui Apsara dirumahnya.


"Marilah Ki Bekel, silahkan duduk terlebih dahulu", kata Apsara mempersilahkan.


Ketika Ki Bekel telah duduk di pendapa, terdengar Apsara kembali berkata. 

"Kebetulan sekali Ki Bekel datang menemuiku saat ini. Ayah memang bermaksud ingin berbicara dengan Ki Bekel, meskipun sebenarnya bukan saat sekarang ini, tetapi karena Ki Bekel telah datang, nampaknya Ayah telah memutuskan untuk membicarakannya sekalian".

"Apakah maksudnya Ki Demang mengetahui bahwa saat ini aku datang untuk menemui angger Apsara", jawab Ki Bekel dengan wajah yang menyiratkan keheranannya.


"Demikianlah. Ketika Ki Bekel datang, aku sedang berbincang dengan Ayah di ruang dalam, sehingga Ayah mengetahui kalau Ki Bekel yang datang. Nampaknya ayah sudah dapat menduga maksud dan tujuan Ki Bekel datang menemuiku saat ini", kata Apsara.


Sebelum Ki Bekel sempat menanggapi perkataan Apsara, terlihat pembantu rumah Ki Demang telah keluar dari dari dalam rumah dan menghampiri keduanya. 

"Ki Demang minta agar anakmas Apsara membawa Ki Bekel ke ruang dalam".

Tanpa menjawab perkataan dari pembantu rumahnya itu, Apsara berkata kepada Ki Bekel. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x