Mohon tunggu...
Suryadi Maswatu
Suryadi Maswatu Mohon Tunggu... Kita sama, kita satu, kita indonesia

Kemiskinan Sejati bukanlah semalam tanpa makan, Melainkan sehari tanpa berpikir.

Selanjutnya

Tutup

Politik

Mengenal Sosok "Nasran Mone" Memilih Calon Wakil, Ketimbang Wali Kota Makassar 2020

27 Juli 2019   17:50 Diperbarui: 27 Juli 2019   17:54 0 0 0 Mohon Tunggu...
Mengenal Sosok "Nasran Mone" Memilih Calon Wakil, Ketimbang Wali Kota Makassar 2020
Dokpri

Mengenal Sosok "Nasran Mone" Memilih Calon Wakil, Ketimbang Wali Kota Makassar 2020

MAKASSAR - Gendang perhelatan pilkada 2020 sudah ditabuh. Tentu saja, hajatan lima tahunan ini akan menjadi ajang bagi para calon kepala daerah dan wakil untuk berkompetisi.

Di Makassar, Sulawesi Selatan. Ada 12 kabupaten Kota akan melaksanakn pilkada serentak. Tak terkecuali kota Makassar, sebagai ibu kota Provinsi Sulsel, juga melaksanakan hajatan demokrasi ini.

Disaat para figur atau calon yang lain gencar memproklamirkan diri dan sosialisasi untuk menjadi 01 atau calon Wali Kota Makassar. Muncul sosok politisi senior yang namanya sudah terkenal di pelosok dan lorong-lorong  Kota Makassar, yakni Nasran Mone, akrab disapa "Cakmon". Dia secara transparan membidik 02 atau calon Wakil Wali Kota Makassar 2020/2025."Biarkan figur lain maju memperebutkan calon wali kota Makassar, kalau saya cukup calon wali kota Makassar. Kedepan siapapun mau pasangan saya terima posisi 02," ujarnya, Sabtu (27/7/2019).

Saat ini, menjelang perhelatan pilwalkot kota makassar tahun 2020 mendatang, sudah banyak nama yang bermunculan disebut pantas dan layak menjadi calon walikota dan wakil walikota.

Namun, bagi Nasran Mone. Dengan pengalaman sebagai politisi senior yang pernah menjadi anggota dewan selama 15 tahun (3 periode) di DPRD Maksssar, sangat optimis memiliki kans untuk menjadi calon Wakil Wali Kota bagi semua kalangan.

Bahkan ia menyebutkan, dirinya sebagai eks politisi Golkar memiliki banyak sahabat yang kini duduk dan terpilih di DPRD Makassar. Kelak dirinya menjadi orang nomor dua, akan memposisikan diri profesional guna mejalin hubungan yang harmonis antara eksekutif dan legislatif.

Tak haya itu, dia juga menawarkan beberapa konsep pembangunan di kota Makassar unruk dijalankan, jika kelak ditakdirkan menjadi calon Wakil Wali Kota Makassar 2020.

"Konsep yang saya tawarkan jika maju menjadi wakil wali kota. Saya bercita-cita itu bagaimana mengelolah pemerintahan itu secara normatif dan menciptakan keadaan yang harmonis," katanya.

Dijelakan, selama ini banyak di lihat, baik Bupati maupun Wali kota di beberapa daerah, itu selalu ketika sudah dilantik belum berapa lama menjabat sudah terjadi gap antara bupati/wali kota atau wakil.

Mereka mau mengambil peran masing-masing dan selalu terjadi pertikaian menimbulkan bertolak belakang sehingga mengganggu roda pemerintahan yang tidak harmonis. Hal ini lanjut Cakmon perlu membutuhkan sosok figur calon wali kota dan wakil yang saling memahami. Dia meyakini dirinya salah satu figur memahami posisi itu.

"Hal ini agar pengelolaan pemerintahan harmonis dan laju pembangunan juga tidak tersendat-sendat, karena jika terjadi tentunya berimbas kepada proses kehidupan masyarakat. Sehingga saya berkeinginan menjadi wakil karen itu tadi, menjaga harmonisasi wali kota dan memang tugas wakil itu sudah diatur oleh undang-undang bahwa jalankan tugas atas perintah dan petunjuk Wali kota," terangnya.

Sebagai tokoh panutan di dunia politik. Cakmon menjelaskan, lembaga pemerintahan eksekutif dan legislatif itu haeua berjalan harmonis. Maka pemerintahan eksekutif  dalam hal ini, seorang Wakil harus punya kemampuan memediasi atau menjadi mediator antara hubungan eksekutif dan legislatif.

"Ini harus juga bagaimana caranya seorang Wakil punya kemampuan. Saya Insya Allah punya kemampuan itu karena pengalaman saya di DPRD sudah tiga periode, hampir semua komisi Saya pernah menjadi ketua,  terus pernah menjadi panitia Banggar," tuturnya.

Dia menambahakan,  ide-ide atau konsep-konsep untuk membangun kota Makassar paling urgent soal ketenagakerjaan atau membuka lapangan kerja. Ini yang mesti dijalanka agar menumbuhkembangkan perputaran ekonomi kerakyatan di sebuah kota kota besar Makassar sudah masuk pada kategori kota metropolitan.

"Artinya, lapangan kerja, pengangguran, kemiskinan itu adalah persoalan-persoalan yang perlu diselesaikan. Dan saya akan lakukan itu," pungkasnya.

Penulis Kaka Yadi Mas (Wartawan).