Mohon tunggu...
Suryadi Maswatu
Suryadi Maswatu Mohon Tunggu... Kita sama, kita satu, kita indonesia

Kemiskinan Sejati bukanlah semalam tanpa makan, Melainkan sehari tanpa berpikir.

Selanjutnya

Tutup

Kandidat

Mengenal Lebih Dekat Sosok Calon Wali Kota Makassar 2020

24 Juli 2019   19:51 Diperbarui: 24 Juli 2019   19:53 0 0 0 Mohon Tunggu...
Mengenal Lebih Dekat Sosok Calon Wali Kota Makassar 2020
Irianto A

MAKASSAR -  Satu lagi putra terbaik di Makassar, didorong untuk ikut bertarung dalam pemilihan Calon Walikota Makassar Periode 2020-2025.

Tidak tanggung tanggung, nama advokad handal yangbjuga alumni Fakultas Hukum UMI Makassar, Dr. Irianto A. Baso Ence (IAB) dipandang tepat untuk ikut bersaing menjadi pemimpin orang nomor satu di Kota Daeng pada hajatan politik 2020 nanti.

Satu di antara nama yang mulai menyeruak dan menjadi perbincangan hangat adalah Dr Iriyanto Andi Baso Ence,SH,MH. Pengusaha travel umrah ini dikenal sebagai sosok yang tenang dan cukup religius.

Untuk saat ini, dia lebih memilih mengamati, merespons dengan terbuka berbagai elemen yang datang silih berganti menyatakan dukungannya.

Dukungan tidak hanya datang dari tokoh masyarakat yang bermukim di Bumi Tamalanrea Permai (BTP), di mana ia bermukim. Tapi sejumlah tokoh nasional, tokoh agama, tokoh politik dan organisasi kepemudaan dan emak-emak juga mulai menyemangatinya.

Saat ditemui, Bakal calon Wali Kota Makassar, Dr. Iriyanto A, Baso Ence SH,MH. Mengakui dirinya mendapat dorongan daei keluarga, kerabat serta masyarakat umum untuk ikut bertarung pada pilwalkot Makassar 2020 mendatang.

"Saya sebenarnya ini kan dapat dorongan dari pada teman-teman alumni Fakultas Hukum tahun 83 Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, ditambah dengan tokoh-tokoh masyarakat di Bumi Tamalanrea Permai ini. Jadi saya terima dukungan itu," ujarnya saat ditemui, Rabu (24/7/2019).

Menurutnya, dorongan itu suatu motivasi. hal itu ia sanggupi untuk bertarung pada pilwalkot 2020. Hanya saja, masih melakukan sosialisasi. Selain itu, para tim yang terbentuk akan bekerja di 15 kecamatan untuk melakukan berbagai kegiatan dan pengenalan di masyarakat.

"Karena dia mendorong, imaka merekalah yang melakukan sosialisasi bersama tim di semua kecamatan. Bagaimana supaya mereka keinginannya bisa terpenuhi. Jadi, mereka kerja kerja sosialisasi di 15 kecamatan. Mereka juga bikin stiker, spanduk, banner kemudian  dipasang di mobil-mobil dan jalan raya," terangnya.

Oleh sebab itu, dia juga mengatakan akan melakukan survey sebagai pentuan. Namun, survey baru dilakukan berkisar September mendatang, sehingga keputusan yang ia sampaikan berdasarkan hasil survey, akan diputuskan pada Oktober 2019 nanti

"Jadi mereka semua melakukan itu, setelah mereka kerja lalu kemudian mereka menyampaikan ke saya disurvei gitu. Kalau sudah bisa disurvei kita survei lalu hasil survei itu kalau hasil surveinya itu kemudian naik baik dalam aspek popularitasnya, akseptabilitasnya dan elektabilitasnya bagus. Maka tentu saya akan mengambil sikap bertarung," katanya.

"Apakah kemudian kalau ternyata hasil survei nya memang faktanya bahwa popularitasnya, akseptabilitas dan elektabilitasnya turun. Ya kita putuskan bahwa ini Tuhan belum berkehendak akan begitu," sambubg dia.

Kendati demikian, dia juga belum memutuskan untuk.maju jalur partai atau independen. Hal ini dikarenakan maaih melakukan komumikasi politik juga sosialisasi lebih ekstra lagi.

Dengan demikian, pakar ahli hukum itu mengaskan, kelak Allah berkehendak untuk dirinya bertarung di Pilwalkot Makassar, maka akan mewakafkan dirinya untuk pembangunan serta memberikan yang terbaik deminkesejahteraan masyarakat di Kota ini.

"Tentu jika saya bertarung, niat baik kita bekerja dan mensejahterkan masyarakat. Utamanya kepentingan rakyat, swgala sesuatu kita wakafkan ke rakyat," tururnya.

Menurut akademisi doktor Hukum jebolan Universitas Padjajaran Bandung itu. Ia menilai, menjadi pemimpin di Kota Makassar ini, katanya sangatlah memerlukan persiapan dan tidak boleh hanya secara emosional secara nekat.

"Tentu harus atas memerlukan langkah ke depan sehingga bisa yang tadinya sudah baik, ya bisa lebih baik kan begitu contoh misalnya. Bagaimana pertumbuhan ekonomi misalnya kota Makassar ini dari tahun ke tahun mengalami satu peningkatan atau dia stabil. Bagaimana kita pertahankan bagaimana kita perbaiki," ungkapnya.

Dia menambahkan, adapun beberapa hal dicanangkan sebagai modal bersosialisasi. Pertama sisi ekonomi kesejahteraan rakyat,  aspek hukum untuk semua kalangan serta perspektif dunia wisata misalnya dunia jasa dunia pendidikan perdagangan.

"Semuanya itu harus dibangun sebuah pondasi dalam perspektif agama dan kemanusiaan, supaya semua yang menjadi program dan perjalanan kehidupan masyarakat kota Makassar ini kita harapkan pendekatan agama dan kemanusiaan. Maka akan ada perlindungan penolong dari Tuhan Yang Maha Kuasa," terangnya.

Selain itu, tambah dia. Membangun kota Makassar, bagaimana ditata dikelola dalam perspektif profesionalisme. Lalu kemudian mengelola sumber daya manusia


Ini juga penting, sebab mengelola sumber daya manusia itu terkait dengan bagaimana kinerja nya. Bagaimana tanggung jawab kepemimpinannya ke depan.

"Kalau menjadi pemimpin, tidak hanya bertanggung jawab atas tugas yang diembannya, tapi di satu sisi harus bertanggung jawab kepada manusianya. Juga bertanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, dan itu yang harus menjadi perhatian jadi seorang pemimpin profesional," pungkasnya.

Sekadar diketahui. Dr. Iriyanto Andi Baso Ence,SH, MH. Pengusaha travel umrah ini dikenal sebagai sosok yang tenang dan cukup religius.

Pengalamannya sebagai pengacara yang malang melintang di dunia peradilan, dan kemampuannya dalam organisasi telah mengajarinya. Mulai dari ketua Senat Mahasiswa Fakultas Hukum UMI angkatan 1980, ketua bidang di HMI, mantan Komdis PSM dan PSSI, serta menjabat ketua Dewan Pembina DPD Partai Demokrat Sulsel di masa kepemimpinan Ilham Arief Sirajuddin. Semua itu menjadi referensi baginya untuk berkiprah.

Semuanya mengilhami dirinya untuk memperdalam kajian keilmuannya di bidang hukum ketatanegaraan guna memahami hakikat hak warga negara. Pemikiran praktisi, akademisi dengan pondasi keimanan dalam kerangka pemikiran yang religius, memadukan gerak dan langkah Anto dalam berkiprah. 

Karenanya, bukan tidak mungkin dalam bursa calon wali kota Makassar ini, Anto bakal menjadi "kuda hitam" dari BTP yang mempunyai potensi kekuatan besar untuk tampil mengejutkan dalam ajang kontestasi pilwali. Akankah itu menjadi kenyataan? Kita tunggu ketepatan waktu yang menjawab.?

Baso Ence
Baso Ence