Mohon tunggu...
Suradin
Suradin Mohon Tunggu... Duta Besar - Penulis Dompu Selatan

Terus Menjadi Pembelajar

Selanjutnya

Tutup

Nature Pilihan

Merawat Alam dengan Menanam Pohon di Akhir Pekan

16 Mei 2021   19:53 Diperbarui: 16 Mei 2021   19:55 537
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

JEJAK langkah menelusuri pematang sawah. Ada harapan yang sempat ditautkan. Ketika tangan-tangan manusia merobohkan hutan, kami mencoba berbuat sesuatu. Mungkin tidak besar dampaknya saat ini, tapi nampaknya akan memberikan efek bagi semesta. 

Bukankah tindakan kecil yang konsisten akan menjadi bom waktu yang menggelegar. Kami berbuat bukan untuk di puji. Bukan pula karena ingin di sanjung oleh banyak pihak. Tapi ketulusan hati, kejernihan pikiran, menjadi dasar dalam berbuat.

Dokpri. 
Dokpri. 
Dokpri. 
Dokpri. 
Dokpri. 
Dokpri. 
Tidak harus menunggu modal besar untuk memberi arti pada alam. Cukup dengan tindakan, maka itu langkah baik jika dibandingkan dengan berputar hanya pada konsep dan teori. 

Penting untuk mengambil satu langkah pertama menuju suatu tujuan. Akan menjadi mimpi sesuatu yang diinginkan jika kita masih dihantui kekhawatiran yang meracuni pikiran. Ketakutan yang berlebihan akan membunuh impian yang terlanjur diwartakan.

Memang semua pilihan mengandung resikonya masing-masing. Bahkan tidak mengambil pilihan sekalipun pasti mengandung resiko. 

Persoalannya bukan seberapa besar resiko yang menimpa, tapi bagaimana sesungguhnya kita menyikapinya. Karena sepanjang masih bernafas, maka sepanjang itu pula resiko dari setiap pilihan selalu menghantui.

Dokpri. 
Dokpri. 
Dokpri
Dokpri
Dokpri
Dokpri
Tetap mengipas api optimis sembari memaknai setiap inci peristiwa yang di lalui. Masa lalu menjadi penerang jalan dalam menapaki kehidupan. Sejarah menjadi lilin dalam menerangi ayunan langkah menuju tujuan. 

Dalam onak duri kehidupan yang kadang menghempas, kita memerlukan pegangan agar tidak jauh terhempas. Kehidupan kadang tidak mengenakan, tapi tidak sedikit memberi pelajaran. 

Setiap masalah yang datang, tidak selamanya memperburuk nasib. Bisa jadi ia menjadi batu loncatan untuk memetik sesuatu yang lebih besar.

Bukankah tuhan pemberi hidup meyakinkan kita hambanya, bahwa berbuat baiklah pada semesta, agar ia memberi yang terbaik buat kita. 

Jika benar-benar yakin maka saatnya kita mengejawantah agar impian terwujud menjadi nyata. Teruslah melangkah karena nasib akan berpihak pada yang yakin kepada janji tuhannya. Janji yang tidak pernah dusta. Apa lagi melenceng.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Nature Selengkapnya
Lihat Nature Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun