Mohon tunggu...
Supriati
Supriati Mohon Tunggu... Mahasiswa - .

Hadapi, Jalani, dan Syukuri

Selanjutnya

Tutup

Diary Artikel Utama

Apakah Ini Dampak dari Fatherless?

4 Oktober 2022   00:35 Diperbarui: 8 Oktober 2022   00:47 1028 19 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
ilustrasi penuh tanda tanya. (sumber: pixabay.com/Anemone123)

Tulisan ini saya awali dengan pertanyaan "Bagaimana sih rasanya punya ayah?". Ayah yang katanya pemimpin keluarga dan ayah yang katanya cinta pertama anak perempuannya, ya hehe. Bener gak sih?

Saya sendiri adalah anak perempuan yang tumbuh tanpa ada hadirnya seorang ayah atau istilah sekarang bisa dibilang Fatherless.

Menurut Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti "Fatherless diartikan sebagai anak yang bertumbuh kembang tanpa kehadiran ayah, atau anak yang mempunyai ayah tapi ayahnya tidak berperan maksimal dalam proses tumbuh kembang anak dengan kata lain pengasuhan."

Adapun menurut Sundari, A.R., dan Herdajani, f, dalam penelitiannya yang berjudul Dampak Fatherless Terhadap Psikologis Anak, fatherless ialah ketiadaan peran figur ayah dalam kehidupan seorang anak. Hal ini dapat terjadi pada anak-anak yatim atau anak-anak yang dalam kehidupan sehari-harinya tidak memiliki hubungan dekat dengan ayahnya.

Ayah saya meninggal, waktu itu saya masih berusia tujuh tahun dan sedang menempuh pendidikan Sekolah Dasar kelas satu semester dua.

Entah kenapa setelah ayah saya meninggal, saya menjadi anak yang kurang percaya diri, puncaknya ketika saya menempuh pendidikan SMP dan SMA.

Malu untuk bertemu dengan banyak orang, bahkan bertemu dengan keluarga yang datang kerumah. Tapi ya karna terpaksa mau gak mau ya harus tetep ketemu, walaupun agak kurang nyaman, hehe. 

Pernah kejadian dulu waktu SMP kelas dua, ada saudaranya kakak ipar main kerumah. Saking gak mau ketemunya saya mengurung diri di kamar dan bersembungi di bawah kasur wkwk.

Kemudian pernah juga ketika ada teman yang main kerumah untuk ngerjain tugas bareng, tapi karna saya malu bertemu dengan mereka, akhirnya saya bersembunyi di belakang kandang ayam.

Bagaimana kalau disekolah?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan