Mohon tunggu...
Supriati
Supriati Mohon Tunggu... Mahasiswa - .

Hadapi, Jalani, dan Syukuri

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Coba Pikirkan Hal Ini Dulu Sebelum Bertanya "Kapan Nikah"

27 September 2022   18:13 Diperbarui: 27 September 2022   18:17 93 4 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Sumber Gambar: Pixabay

                                                                                                                    

 Pertanyaan "kapan nikah" kerap kali ditanyakan kepada wanita atau pria yang masih lajang. Biasanya pertanyaan ini muncul saat acara kumpul-kumpul keluarga atau teman-teman mayoritas sudah menikah.

Terkadang saya berpikir, mereka yang bertanya tentang "kapan menikah" itu benar-benar peduli, sekedar basa-basi atau hanya kepo dengan kehidupan orang lain?.

Sebenarnya, tidak salah dengan pertanyaan "kapan nikah" jika benar-benar peduli dengan orang yang masih lajang, apalagi jika ia berstatus keluarga. Setidaknya ketika saudara menikah, biasanya saudara yang lainnya akan membantu berupa tenaga dan materi.

 Jadi, ketika kumpul keluarga kemudian ada yang bertanya "kapan nikah" berarti mereka sudah tidak sabar untuk menyumbang tenaga dan materi pada acara pernikahan saudaranya. Ya kira-kira begitulah, jadi kalau ada saudara yang bertanya "kapan nikah" sepertinya masih bisa diartikan sebagai bentuk kepedulian.

Namun begini, tidak semua orang bisa menerima dan menjawab dengan santai ketika mendapat pertanyaan "kapan nikah", karena ada sebagian orang yang menganggap hal tersebut sensitif dan bersifat privasi walaupun yang bertanya itu adalah saudaranya sendiri. Bahkan, sampai ada yang tertekan ketika mendapat pertanyaan "kapan nikah".

Dilansir dari halodoc.com, seseorang yang merasa tertekan ketika mendapat pertanyaan "kapan nikah" itu dikarenakan merasa jenuh dengan pertanyaan yang terus datang setiap kali berkumpul dengan sanak saudara atau teman.

Kemudian ada juga yang tertekan karena tidak bisa memenuhi harapan keluarga, semakin menyadari kalau dari tahun ke tahun masih saja melajang, serta kekhawatiran tidak mendapatkan pasangan.

Kemudian, coba bayangkan bagaimana jika pertanyaan "kapan nikah" ini membuat seseorang menjadi tertekan dan terpaksa menikah karena tuntutan dari keluarga dan sosial.

Menikah karena terpaksa agar tidak selalu di tanya "kapan nikah" tentu tidak baik bagi kehidupan pernikahan, walaupun mungkin ada yang awalnya terpaksa jadi bahagia.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan