Mohon tunggu...
Suprihadi SPd
Suprihadi SPd Mohon Tunggu... Penulis - Dilahirkan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Pendidikan SD hingga SMA di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Kuliah D3 IKIP Negeri Yogyakarta (sekarang UNY) dilanjutkan ke Universitas Terbuka (S1). Bekerja sebagai guru SMA (1987-2004), Kepsek (2004-2017), dan Pengawas Sekolah jenjang SMP (2017-sekarang).

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Memantau Kegiatan ANBK Jenjang SMP Hari Pertama

20 September 2022   09:19 Diperbarui: 20 September 2022   20:10 192 6 3
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Memantau Kegiatan ANBK Jenjang SMP Hari Pertama

Perjalanan hari Senin tanggal 19 September 2022 berjalan lancar. Kami, para pengawas jenjang SMP diberi tugas untuk memantau pelaksanaan ANBK (Asesmen Nasional Berbasis Komputer). Pelaksanaan kegiatan itu dalam dua gelombang. Pada gelombang pertama berlangsung dua hari, yaitu tanggal 19 dan 20 September 2022. Gelombang kedua, tanggal 21 dan 22 September 2022.

Saya mendapatkan tugas pemantauan pada gelombang pertama hari pertama di SMP 14 PPU di wilayah Kelurahan Riko. Untuk menuju ke sekolah yang dipimpin Bu Rarik itu, saya ditemani oleh Pak M. Syafii dengan mengendarai mobil dinas pengawas SMP.

Kami tidak terburu-buru menuju SMP 14 PPU. Sebelum kami berangkat, informasi kunjungan itu sudah saya sampaikan kepada Bu Rarik, termasuk instrumen yang harus diisi. Dengan memberitahukan hal itu saya berharap proses monitoring dan evaluasi (monev) dapat berjalan lebih lancar.

Kegiatan ANBK memang berbeda jauh dengan UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer). Pada saat kegiatan UNBK (ujian) semua peserta kelas sembilan diwajibkan mengikuti dan ada hasil UN yang menjadi dasar kelulusan peserta didik.

Kegiatan ANBK (asesmen) diperuntukkan peserta didik kelas delapan, dan hanya sampel atau perwakilan saja. Jumlah peserta maksimal 45 (empat puluh lima) peserta didik untuk setiap sekolah (SMP). Jika peserta didik di suatu sekolah kurang dari 45, diputuskan semua anak mengikuti ANBK (asesmen). Ada sekolah yang memiliki peserta didik 25 orang. Semua diikutkan. Kalau ada 150 peserta didik, hanya 45 yang diikutkan ANBK (asesmen).

Tiba di SMP 14 PPU, kami disambut dengan wajah ceria oleh Bu Rarik dan para guru dan staf. Jumlah siswa kelas delapan sebanyak 30 (tiga puluh), berarti semua diikutkan ANBK. Dalam pelaksanaan asesmen, satu ruang  maksimal 15 (lima belas) peserta. Dengan begitu, SMP 14 PPU melaksanakan dua sesi dalam ANBK tahun 2022 ini, mengingat jumlah komputernya terbatas.

Instrumen asli yang saya dapatkan dari Bagian Pendidikan Dasar (dikdas) Dinas Pendidikan, saya serahkan kepada Bu Rarik untuk diisi dan ditandatangani (plus stempel sekolah).  Sambil menunggu proses itu, saya mendatangi ruang ANBK. Sesi kedua baru akan dimulai. Saya sempatkan untuk mengabadikan kegiatan tersebut. saya baut rekaman video dan foto.

monev-anbk-di-smp-14-ppu-19-9-2022-6329bbbe4addee0bac2d5ab2.jpeg
monev-anbk-di-smp-14-ppu-19-9-2022-6329bbbe4addee0bac2d5ab2.jpeg
Sebelum pukul dua belas, kami minta diri setelah berfoto di beberapa lokasi SMP 14 PPU.  Tentu instrumen yang sudah diisi dan dibubuhi tanda tangan kepalas ekolah dan distempel sudah saya terima (lagi). Selanjutnya, kami akan singgah di SMP 7 PPU. Pak M. Syafii ada janji dengan bendahara sekolah di Kelurahan Sotek itu.

Jarak dari Riko ke Sotek tidak terlalu jauh. Dalam waktu beberapa menit, kami sudah tiba di lokasi yang dituju. Pak Rofiq menyambut kami di halaman parkir belakang ruang guru. Beberapa guru lain juga menyambut kedatangan kami.

Penajam Paser Utara, 20 September 2022

Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan