Mohon tunggu...
Suprihadi SPd
Suprihadi SPd Mohon Tunggu... Penulis - Dilahirkan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Pendidikan SD hingga SMA di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Kuliah D3 IKIP Negeri Yogyakarta (sekarang UNY) dilanjutkan ke Universitas Terbuka (S1). Bekerja sebagai guru SMA (1987-2004), Kepsek (2004-2017), dan Pengawas Sekolah jenjang SMP (2017-sekarang).

Selanjutnya

Tutup

Hobby

Menulis Apa Lagi, Ya?

18 September 2022   06:58 Diperbarui: 18 September 2022   07:02 51 5 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Hobi. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Rawpixel

Menulis Apa Lagi, Ya?

Sering terbesit di benak saya, mau menulis apa lagi, ya? Setelah sekian tulisan saya tayangkan di blog Kompasiana, selalu muncul pertanyaan, "Mau menulis apa lagi?" Kalau menulis terkait kebahasaan terus-menerus, tentu akan membuat jenuh. Pembaca akan jenuh. Saya pribadi juga bisa jenuh.

Sebenarnya banyak ide atau gagasan yang bisa dituliskan. Namun, sering kurang bergairah untuk memulainya. Akhirnya, ide hanya tertahan di kepala. Ide hanya menjadi coretan pada buku catatan.

Untuk menghindari kekosongan, saya selalu membaca tulisan dari Kompasianer yang "terbaru". Hal itu saya lakukan karena mudah mendapatkannya. Setelah selesai membaca satu judul tulisan, saya berusaha memberikan nilai dan menuliskan komentar. Saya berharap sang penulis (kompasianer) masih berada di depan laptop atau gawai-nya. Dengan begitu, ia akan membaca komentar yang saya berikan. Tentu saya berharap ia akan membalas komentar saya tersebut. Dengan begitu, akan terjalin komunikasi yang baik.

Mengingat begitu banyak Kompasianer yang menayangkan tulisan, saya kurang cermat dalam mengingat, siapa-siapa yang pernah saya beri komentar tulisannya dan siapa yang belum pernah saya beri komentar. Keinginan saya, semua Kompasianer pernah saya baca tulisannya dan saya beri komentar. Menjalin silaturahim sesama Kompasianer sangat penting agar terjadi rasa persaudaraan.

Ada pengalaman menarik terkait tulisan yang akan diolah. Pernah saya menerima pesan lewat WA terkait kata "lagi" yang berasal dari bahasa daerah. Saya menjadi tergoda untuk mencari makna lain kata "lagi" tersebut. Ternyata ada lima macam makna kata itu. Nah, ada peluang untuk menuliskan menjadi satu bahasan. Terus terang saya mengucapkan terima kasih kepada orang tersebut yang belum saya simpan nomor kontaknya. Entah dari WAG mana dia berasal.

Ide atau gagasan memang dapat datang dari mana saja. Sebagai penulis, kita harus segera mengolah ide tersebut agar tidak "berlalu" begitu saja. Ide yang bagus dan mudah dikembangkan akan membuat semangat menulis begitu menggebu.

Untuk itu, jangan menunda "beraksi" begitu ada ide muncul. Segera dieksekusi. Tulis. Kembangkan! Segera tayangkan. Mari sesama penulis di blog yang cukup besar ini kita saling memberikan motivasi. Bukan saling menjauhi. Dengan menganggap sesama Kompasianer adalah mitra komunikasi, kita akan semakin kuat dan saling menguatkan. Kekurangan yang saya miliki dalam tata tulis dan pengolahan ide dapat saya perbaiki setelah membaca artikel Kompasianer lain.

Penajam Paser Utara, 18 September 2022

Mohon tunggu...

Lihat Konten Hobby Selengkapnya
Lihat Hobby Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan