Mohon tunggu...
Suprihadi SPd
Suprihadi SPd Mohon Tunggu... Penulis - Dilahirkan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Pendidikan SD hingga SMA di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Kuliah D3 IKIP Negeri Yogyakarta (sekarang UNY) dilanjutkan ke Universitas Terbuka (S1). Bekerja sebagai guru SMA (1987-2004), Kepsek (2004-2017), dan Pengawas Sekolah jenjang SMP (2017-sekarang).

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Sosialisasi Blog "Kompasiana" pada MGMP Bahasa Indonesia

10 September 2022   16:39 Diperbarui: 10 September 2022   16:41 159 7 3
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sosialisasi Blog Kompasiana pada MGMP Bahasa Indonesia

Sebagai tamu undangan pada kegiatan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Bahasa Indonesia, saya merasa bersyukur karena diberi kesempatan untuk mengisi acara. Kegiatan yang dilaksanakan di SMP 13 PPU (Penajam Paser Utara), Kalimantan Timur itu diikuti oleh guru-guru mata pelajaran bahasa Indonesia jenjang SMP/MTs. se-kabupaten.

Bu Lili Suriani, kepala SMP 13 PPU berkesempatan memberikan sambutan setelah acara dibuka oleh pembawa acara. Kegiatan MGMP yang dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal sepuluh September 2022 itu dengan agenda utama Pembentukan Panitia Bulan Bahasa Tingkat Kabupaten Tahun 2022.

Pada awalnya acara berjalan lancar. Namun, pada saat pembahasan pemilihan tempat atau lokasi kegiatan Bulan Bahasa yang direncanakan tanggal 22 Oktober 2022 itu terjadi jeda agak lama. Ketua MGMP, Pak Hayun, harus berkoordinasi dengan pengawas sekolah, Pak Sugeng Mardisantoso. Pada saat terjadi waktu jeda itulah saya diminta untuk mengisi acara.

Kesempatan baik tidak saya sia-siakan. Saya pun membuat sebuah usulan atau tantangan agar para guru bahasa Indonesia membuat artikel yang ditayangkan atau dikirimkan ke Kompasiana.

Sebagian besar guru menyambut dengan antusias. Rupanya baru ada sedikit guru yang menjadi Kompasianer. Untuk itu, saya berupaya menjelaskan sekilas terkait keuntungan menjadi Kompasianer.

Pertama, membuat semangat menulis semakin membara. Kedua, menambah teman penulis. Ketiga, ada honorarium sesuai data. Satu per satu saya jelaskan secara sederhana ketiga keuntungan tersebut.

Tahap berikutnya, saya memberikan tautan (link) untuk mendaftarkan diri sebagai Kompasianer. Para guru sudah tidak sabar untuk mengisi kolom-kolom isian pada ponsel masing-masing. Guru yang membawa laptop segera memanfaatkan perangkap canggihnya itu untuk mengisi data.

Suasana begitu hening. Diskusi kecil terjadi pada beberapa meja peserta yang berjumlah sekitar limapuluhan guru itu. Saya harus keliling dari satu meja ke meja lain untuk mengetahui progres proses pendaftaran. Sebagain sudah terlihat asyik mengisikan data. Ada sebagian yang masih harus berjuang dengan jaringan internetnya.

Waktu berlalu tiada terasa. Para peserta masih asyik melengkapi data pada proses pendaftaran Kompasianer itu saat ketua MGMP, Pak Hayun, kembali ke ruang musyawarah. Peserta yang sudah menyelesaikan proses pendaftaran saya minta untuk mengirimkan tautan (link)-nya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan