Mohon tunggu...
Suprihadi SPd
Suprihadi SPd Mohon Tunggu... Penulis - Dilahirkan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Pendidikan SD hingga SMA di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Kuliah D3 IKIP Negeri Yogyakarta (sekarang UNY) dilanjutkan ke Universitas Terbuka (S1). Bekerja sebagai guru SMA (1987-2004), Kepsek (2004-2017), dan Pengawas Sekolah jenjang SMP (2017-sekarang).

Selanjutnya

Tutup

Bahasa Pilihan

Kalimat Langsung dan Kalimat Tidak Langsung

9 September 2022   05:01 Diperbarui: 9 September 2022   05:03 203 3 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bahasa. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Jcstudio

Membahas tentang kalimat tidak ada habis-habisnya. Cukup banyak nama kalimat dalam bahasa Indonesia. Ada kalimat berita. Ada kalimat tanya. Satu nama kalimat yang perlu kecermatan dalam tanda baca adalah kalimat langsung dan tidak langsung.

Kalimat langsung memerlukan tanda baca yang sangat variatif, bergantung pada model atau cara penulisannya.

Ada dua hal penting yang perlu diingat terkait kalimat langsung, yaitu bagian pengiring dan kutipan. Pengiring adalah kata-kata yang menunjukkan siapa yang berbicara atau mengucapkan kata-kata dalam kutipan. Kemudian, kutipan adalah kalimat yang diucapkan seseorang. Setiap kutipan dawali dengan tanda petik  awal dan tanda petik akhir ("...").

Kalimat kutipan diawali dengan huruf kapital jika posisi pada awal kalimat. Jika kalimat kutipan merupakan lanjutan dari kalimat kutipan sebelumnya, penulisannya diawali dengan huruf nonkapital jika pengiringnya diakhiri tanda baca koma sebelum kalimat kutipan lanjutan.

Marilah kita perhatikan contoh berikut ini.

Ibu mengatakan bahwa Rusmiati sudah menikah. (kalimat berita = kalimat tidak langsung)

Ibu berkata, " Rusmiati sudah menikah." (kalimat langsung dengan pengiring di depan)

"Rusmiati sudah menikah," kata Ibu. (kalimat langsung dengan pengiring di belakang)

Perhatikan tanda baca pada pengiring. Pada contoh kalimat langsung pertama, setelah pengiring dikuti tanda baca koma(,). Kemudian kita bandingkan dengan pengiring pada contoh kalimat kedua. Setelah kalimat kutipan diikuti tanda baca koma, awal kata pengiring ditulis dengan huruf nonkapital.

Perhatikan perbedaan dengan contoh kalimat langsung ketiga berikut ini.

"Rusmiati sudah menikah." Ibu mengatakan hal itu kepada kami.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bahasa Selengkapnya
Lihat Bahasa Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan