Mohon tunggu...
Suprihadi SPd
Suprihadi SPd Mohon Tunggu... Penulis - Dilahirkan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Pendidikan SD hingga SMA di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Kuliah D3 IKIP Negeri Yogyakarta (sekarang UNY) dilanjutkan ke Universitas Terbuka (S1). Bekerja sebagai guru SMA (1987-2004), Kepsek (2004-2017), dan Pengawas Sekolah jenjang SMP (2017-sekarang).

Selanjutnya

Tutup

Otomotif Pilihan

Pengalaman Servis Motor Pinggir Jalan dan Bengkel Resmi

7 September 2022   06:58 Diperbarui: 7 September 2022   07:06 343 7 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sepeda motor sudah 18 tahun. Foto koleksi pribadi

Selalu ada pasangan yang saling melengkapi. Ada penjual BBM di SPBU dan ada pula penjual BBM pinggir jalan. Ada penjual pakaian di toko mewah dan ada pula penjual pakaian di trotoar. Semuanya saling melengkapi. Semuanya menjadi pilihan masyarakat.

Sama halnya dengan tempat servis sepeda motor. Ada tempat servis resmi dan ada tempat servis pinggir jalan. Keduanya saling melengkapi. Tidak bisa melakukan servis ke tempat yang resmi, kita bisa melakukan di pinggir jalan.

Ada pengalaman terkait pemilihan tempat servis motor ini. Waktu itu, saya akan berangkat kerja. Betapa kaget karena ban belakang kempes. Mau tidak mau saya harus mencari tempat servis yang sudah buka dan lokasi dekat rumah.

Selalu Ramai Belum Tentu Berkualitas

Dengan mendorong sepeda motor Honda Karisma, saya menuju tempat servis pinggir jalan. Ban yang kempes harus segera ditangani. Tentu sebelumnya saya sudah memberitahukan ke kantor bahwa saya terlambat masuk kerja karena harus membawa sepeda motor ke bengkel.

Kebetulan bengkel yang saya datangi cukup ramai pelanggan. Ada-ada saja kerusakan motor yang dibawa ke sana. Saya pun harus rela antre. Saat giliran saya tiba, langsung saya katakana bahwa ban dalam yang kempes diganti saja dengan yang baru. Saya tidak mau ban yang kempes itu ditambal. Saya tidak ingin menunggu lebih lama dalam proses tambal ban. Apalagi sudah dua kali ban dalam itu bocor.

Saya perhatikan cukup cekatan pemilik bengkel dalam bekerja. Setelah ban dalam yang baru dipasang, ia beri lapisan lagi di luarnya dengan ban dalam bekas yang bocor tadi. Cukup pintar juga dia untuk menghindari terjadinya ban bocor. Dengan ada lapisan, bila ada paku atau benda tajam yang mengenai ban itu (lagi), tentu tidak sampai ke ban yang baru. Itu tujuannya.

Mungkin karena cukup banyak pelanggan yang antre, saat memasang kembali roda belakang, ia kurang cermat. Dampaknya, saat sepeda motor saya naiki, terasa kurang nyaman.

Bengkel Resmi Lebih Nyaman 

Untuk membuat sepeda motor terasa nyaman (lagi), saya pun segera membawa ke tempat bengkel resmi. Tentu, saya harus memilih waktu yang benar-benar longgar. Penanganan sepeda motor di bengkel resmi membutuhkan waktu setidaknya dua jam.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Otomotif Selengkapnya
Lihat Otomotif Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan