Mohon tunggu...
Supli Rahim
Supli Rahim Mohon Tunggu... Pemerhati humaniora dan lingkungan

.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Buyung Nurman, Penyuluh Pertanian Handal, Asal Desa Terpencil

25 Januari 2021   17:28 Diperbarui: 26 Januari 2021   03:08 95 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Buyung Nurman, Penyuluh Pertanian Handal, Asal Desa Terpencil
buyung Nurman, dokpri

Bismillah,

Bengkulu tanpa diragukan lagi pertaniannya makin maju. Pertanian di sini adalah dalam arti luas, meliputi pertanian pangan, peternakan, kehutanan, perkebunan, hortikultura, perikanan dan peternakan. Kemajuan di bidang pertanian ini salah satunya adalah berkat peran penyuluh pertanian. Saya meskipun tidak begitu banyak mengenal sosok penyuluh pertanian yang ada di Bengkulu tetapi saya cukup mengenal sosok penyuluh satu ini melalui internet. Tulisan ini  mencoba memaparkan sosok Buyung Nurman, penyuluh handal asal Lubuk Langkap Air Nipis Bengkulu Selatan.

Siapa Buyung Nurman?

Buyung Nurman ini adalah pria yang cukup matang dalam banyak hal. Karier, ilmu, pergaulan dan pengalaman. Dia sudah malang melintang dalam dunia penyuluhan pertanian. Dia dilahirkan dalam keluarga ABRI, di kabupaten Ogan Komering Ilir, kini Ogan Ilir Sumatera Selatan.

Tidak banyak yang dapat Buyung ingat karena masih kecil, tapi sempat bersekolah di sebuah SDN desa Terusan Menang selama satu tahun pada tahun 1971. Buyung masih ingat guru kelas satunya waktu itu bapak Hasan yang rambutnya sudah mulai memutih dan berkaca mata yang juga mempunyai anak sekelas dengannya juga bernama Nurman.


Seiring dengan kepindahan bapaknya yang telah memasuki masa persiapan pensiun sebagai seorang anggota  ABRI dulu polisi belum pisah dengan TNI terpaksalah buyuny tinggalkan sekolah itu ..jadilah Buyung sekolah baru yaitu MIM Tanjung Baru tahun 1973 di kelas dua..
Di madrasah ini Buyung dididik selama lima tahun.

Masih segar dalam ingatannya, bahwa guru kelas dua Buyung kala itu pak 2anit yang penyayang bahkan di jadikannya pembantu beliau di kelas kalau kebetulan beliau ngajar di kelas lain. Selanjutnya menerima didikan dari pak guru 2ahinuddin, Ibu yahuni,  Mir ikhsan dan Berohan.
Waktu di kelas lima ada rencana kepala Madrasah pak berohan mau mengikuti ujian akhir kelas enam tapi oleh alm. ayahnya Marzuki tidak di restui karena menurut beliau tidak lazim lagi.


Tamat MIM tahun 1977 dan 1978 Buy7ng melanjutkan pendidikan di SMP Swasta Euka Negeri. Sewaktu di SMP inilah sekolah yang paling berkesan karena kebanyakan masuk sekolah pada siang hari.

Selama tiga tahun di sekolah ini hampir tiap hari kalau musim hujan kebanjiran karena jalan dari Lubuk Langkap ke Euka Negeri melewati tidak kurang dari tiga sungai yg cukup lebar. Pasang surut terjadi waktu di kelas dua SMP karena keadaan ekonomi, jarak tempuh dsb sempat berhenti tiga bulan. Alhamdulillah teman akrab Nuyung, Sudiman Lemasim menyampaikan pesan dari kawan kawan dan pak Yuhim untuk datang ke sekolah karena sudah mau ulangan semester dan namanya belum dicoret. Buyung masuk lagi sekitar dua minggu ulangan semester, Alhamdulillah pada saat pembagian rapot masih yg terbaik..di SMPS ini selama tiga tahunn enam bulan karena ada penambahan tahun ajaran enam bulan ketika Mendikbud Dr. Daud Yusuf.


Inilah sekolah tempat Buyung dididik mendalami ilmu-ilmu pertanian.  Menurut Mulyani, rekan belajar buyung di SPMA (kini dikebal SMK PP Negeri) Kelobak Curup Bengkulu, Buyung lebih pandai dalam berbahasa Inggeris dibanding gurunya kala itu. Guru kesulitan untuk memberi nilai pada rapornya. 

Tamat SMP Tahun 1981 melanjutkan ke SPMA Daerah Bengkulu di Kepahyang yang memang sidah dicita-citakan karena favorit, informasi yg berkembang waktu itu hanya orang orang pintar yg di terima di sekolah ini karena sistim gugur. Sebelumnya sekolah ini dikira negeri ternyata punya daerah yg merayon ke SPP-SPMA NEGERI PALEMBANG di Sembawa.


Selama di SPP-SPMA D BKL  tiga tahun itu ada suka dan juga ada duka. Sukanya kalau kepala sekolah ada tamu dari mahasiswa IPB yg mau riset dipanggilnya untuk menemani karena kepsek DR. IR. DHARMA SETYAWAN, M.Ed alumni IPB, tahun 1983 diutus ikut lomba karya nasional SPP-SPMA Se Indonesia di Bogor dan ini kebetulan untuk pertama kali bagi Buyung mennginjakan kaki di bumi pulau Jawa.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x