Mohon tunggu...
Supli Rahim
Supli Rahim Mohon Tunggu... Pemerhati humaniora dan lingkungan

.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Memasuki Sekolah Tinggi Ilmu Kebahagiaan

21 Desember 2019   09:54 Diperbarui: 21 Desember 2019   10:00 38 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Memasuki Sekolah Tinggi Ilmu Kebahagiaan
Penganten baru Atika dan Ilham. Dok.pri

Bismillah, Alhamdulillah, Allahumma shaliala Muhamamad.

Pagi ini saya dapat tugas dari teman yang menikahkan anaknya di kompleks YKKP skip ujung Palembang. Tugas yang diamanahkan kepada saya adalah sebagai juru bicara dan saksi dari penganten lelaki yang berasal dari Medan Sumatera Utara. Ayah penganten itu adalah  Haji Bhakti Pane dan Ibu penganten adalah Hj Luciana Ritonga.  Pak Haji Pane asal dari Medan, swmntara ibu Hajjah Luciana dari kabupaten. 

Sebelum berbaris menuju pihak besan kami ngaso sebentar di rumah pak Gultom yang juga asal Medan.  Saya senang mewakili dan menjadi juru bicara keluarga pak Bhakti Pane. Sementara lawan bicara saya adalah Prof Abdullah Idi.

Alhamdulillah saya memulai sebagai juru bicara.

Memulai dengan memuji Allah dan bersalawat kepada nabi saya membacakan sejumlah pantun.

Dari sumber yang tak diketahui. Dok.pri
Dari sumber yang tak diketahui. Dok.pri
Saya melanjutkan pembicaraan kepada juru bicara wanita Prof Abdullah Idi. Kami membawa banyak rombongan. Rombongan kami ini ada yang dari Medan, ada juga yang di kabupaten terutama keluarganya buk Hj Lusiana Ritonga. Sejumlah tulang kami bawa dari kota Medan pak dalam rombongan kami ini.

Ijin prof mohon dijawab sejumlah pertanyaan yang jawaban kami tunggu-tunggu. Pertama, apakah benar kedatangan kami ini tidak menyusahkan tuan rumah? Kedua apakah ada di sini nama si Fulana bin Fulan di sini? 

Prof Abdullah Idi menjawab memang kami menunggu tamu kata beliau. Kami dengan senang hati mendapat tamu apalagi tamu ini datang dengan sopan dan mempunyai dandanan yang bagus-bagus.

Pertanyaan berikutnya saya bertanya kepada Ilham tentang nama anak perempuan di sini yang bernama maaf Ilham siapa namanya? Atika pak, katanya. Nah prof namanya Atika. Kami harus hari-hati pak. Kami pernah pengalaman salah rumah ketika kami berkunjung ke suatu komplek perumahan.

Ya pak kata Prof Abdullah Idi kami ada mempunyai anak Gadis bernama Atika.

Saya jawab, alhamdulilah kalau begitu. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x