Mohon tunggu...
Supli EffendiRahim
Supli EffendiRahim Mohon Tunggu... pemerhati lingkungan dan kesehatan

Orang biasa yang ingin jadi orang baik di mata Allah

Selanjutnya

Tutup

Tebar Hikmah Ramadan

Belajar dari Keikhlasan dan Kesabaran Nabi Ayub as

29 April 2021   12:03 Diperbarui: 29 April 2021   12:06 461 0 0 Mohon Tunggu...

Bismillah,

Semua kita terutama kaum muslimin pasti pernah dengar, membaca sejarah para nabi, salah satunya nabi Ayub. Nabi Ayub terkenal karena keikhlasannya dan kesabarannya menerima musibah dari Allah swt. Beliau terkena musibah dalam bentuk kehilangan harta, kehilangan nyawa anak-anaknya dan kehilangan kesehatan. Tulisan ini memaparkan pelajaran berharga tentang kisah nabi Ayus as yang sabar dan ikhlas.

Hidup penuh kenikmatan

Selama kurun waktu 20 tahun setelah menikah nabi Ayub terkenal di mana-mana karena nikmat yang Allah anugerahkan luar biasa. Hartanya banyak,istrinya cantik dan soleha, anaknya banyak dan dia beserta keluarganya semua dalam keadaan sehat.Anak nabi Ayub pada masa ini 12 orang laki-laki.

Nabi Ayub dianugerahi kebun bermacam-macam kokoditi teruatama berbagai macam pohon buah. Dia juga mempunyai ladang ternak yang bermacam-macam. Pendek kata nabi Ayub bahagia, sejahtera dan sehat.

Sebagai nabi, Ayub banyak berdakwah. Mengajak taat kepada Allah ke sana kemari.

Musibah beruntun

Sejak kecil sampai umur 50 tahun nabi Ayub bahagia bersama keluarganya. Tidak ada musibah yang berarti. Kondisi sebaliknya berubah 180 derajat ketika dia menginjak usia 51 tahun. Banyak musibah dialami oleh nabi Ayub, berupa hilangnya kesehatannya yang selama ini tanpa ada masalah, hilangnya anak-anak yang jumlahnya lusinan dan hilangnya harta yang selama ini menimpa.

Hari pertama, nabi Ayub mengalami sakit yang mengerikan. Kulitnya melepuh lalu bernanah. Akibat sakitnya itu seluruh badannya bernanah dan rambutnya rontok. Penyakit ini terkenal sebagai penyakit menular. Tak lama seantero negeri mengtahui keadaan nabi Ayub.

Hari kedua, ketika istrinya sedang memberi makan ke 12 anak-anaknya terjadi musibah berubah angin kencang sehingga atap dan plafonnya menimpah anak-anaknya sehingga seluruh anaknya meninggal.

Hari ketiga, terjadi wabah hama dan badai sehingga seluruh ternak dan kebun-kebunnya mati dan kebunnya hancur. Atas kuasa Allah penduduk sekitar tidak mengalami musibah seperti yang dialami nabi Ayub.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN