Mohon tunggu...
supian
supian Mohon Tunggu... • Nama Lengkap : Supian • Pekerjaan : fresh graduate S1 Universitas Paramdina •Alamat Kantor :Universitas Paramadina, Jl.Gatot Subroto. Kav.97 Mampang, Jakarta 12790 ,Indonesia

SUPIAN adalah salah satu lulusan S1 Program Studi Filsafat Agama di Universitas Paramadina. Supian salah satu penerima Anugerah Tunas Muda Pemimpin Indonesia terbaik pertama tingkat Provinsi Jakarta, dan penerima Anugerah Tunas Muda Pemimpin Indonesia Tingkat Nasional kategori Pemimpin kelompok anak marjinal. Ketua Forum Anak Jakarta, Fasilitator Forum Anak Nasional. Terpilih menjadi Duta anak Dki Jakarta untuk mengikuti Kongres Anak Indonesia (mewakili menyuarakan suara Hak-hak anak Indonesia) , Supian juga merupakan salah satu relawan mengajar anak anak yang kurang beruntung di daerah Pesisir Jakarta dan Bogor Jawa barat, seperti Pendidikan Anak Usia Dini, Taman Pendidikan Al-Qur’an, Sanggar Anak, dan sekolah Paket A-B-C di Yayasan Sahabat Aktivis Pendidikan Anak Indonesia ( SAPA ).

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan

Upaya bangun Desa dalam Perspektif Ikatan Pelajar Desa sukaraksa (IPDS) Bogor

6 Juli 2019   21:35 Diperbarui: 6 Juli 2019   21:52 0 0 0 Mohon Tunggu...
Upaya bangun Desa dalam Perspektif Ikatan Pelajar Desa sukaraksa (IPDS) Bogor
img-20190603-wa0077-5d20b4cc0d82307c96757933.jpg

Ikatan Pelajar Desa Sukaraksa (IPDS) ikut andil bangun Desa Sukaraksa, Cigudeg, Bogor.

Dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa dalam hal ini pemerintahan Desa perlu memberikan kesempatan partisipasi Pelajar sebagai agen of change demi kemajuan Desa. Selain untuk mendorong dan mengimplementasikan UU Desa, hal ini termasuk melibatkan semua unsur masyarakat salah satunya para pelajar yang aktif baik ditingkat SLTA, Mahasiswa dan lebih penting Fresh graduate S1.

Dalam Partisipasi mayarakat ini sudah menjadi hak masyarakat yang wajib pemerintah Desa dengarkan, demi mendapat bahan evaluasi dari setiap program yang sudah dijalankan. Dalam peranannya masyarakat harus aktif mengevaluasi setiap gagasan dalam musyawarah perencanaan pembangunan (MUSRENBANG) agar arah pembangunan searah dan sesuai harapan masyarakat. Bila ini telah dilakukan maka pembangunan Desa akan menjadi tolak ukur kemajuan Negara. 

Namun selama ini masyarakat Desa Sukaraksa lebih cenderung menjadi penonton dan tidak kritis dari sekian banyaknya  pertemuan Forum Desa. Keterlibatan mayarakat di Desa tak cukup mampu untuk mendorong implementasi UU Desa dalam pengelolaan DD atau Dana Desa. Sehingga setiap Program tak lagi dirasakan oleh masyarakat sebagai penikmat lisan dari pemimpin Desa ketika mencalonkan.

Dalam kehidupan suatu bangsa pemuda/pelajar memilki peran penting dalam  kemajuan terhadap peradaban. Sesuai dengan Pembangunan Nasional yang merupakan usaha peningkatan kualitas manusia dan masyarakat Indonesia yang dilakukan secara berkelanjutan, berdasarkan kemampuan nasional dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memperhatikan tantangan perkembangan global "(Tap. MPR No. IV/MPR/1999)"

Sedangkan Pembangunan Desa merupakan usaha yang yang dilakukan oleh masyarakat, baik umum, pemerintah, swasta, maupun kelompok masyarakat lainnya untuk menghadapi keterkaitan dan ketergantungan aspek fisik, lingkungan dan social ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah  yang berkelanjutan.

Lantas siapakah yang akan menjadi penggerak perubahan dan menjadi pelurus dari setiap aspek permasalahan? Mengutip aksi social yang dilakukan oleh komunitas Desa yang di sebut Ikatan Pelajar Desa Sukaraksa (IPDS). Dengan Motto "Karena Kepedulian Bersuara karena Fikiran"

img-20190603-wa0074-5d20b52f0d823063ec4ca4f2.jpg
img-20190603-wa0074-5d20b52f0d823063ec4ca4f2.jpg
Dalam acara IFTAR dan Santunan Anak Yatim,Piatu dan sekaligus  Lansia, yang di adakan Hari Kamis,2 Mei 2019 di kampung kebon Kalapa, Desa Sukaraksa, kec.Cigudeg, Kab. Bogor. Kegiatan ini di hadiri 75 anak yatim, piatu dan lansia dari 4 kampung diantaranya : Kampung kebon Kalapa, Jambu Manis, Sipugur, dan Babakan Saga. Acara ini dilaksanakan dengan konsep yang menarik, salah satunya adalah dengan mengajak anak-anak bermain dan bergembira, acara yang dipandu oleh kak Aris dan kak Rere ini menuai perhatian anak-anak dan masyarakat karena dengan kegiatan yang seperti ini sebelumnya tidak pernah dirasakan langsung oleh anak-anak sekitar. kegiatan santunan sekaligus menghibur dan memuat nilai edukasi ini. Antusias anak-anak membuat para panitia semakin semangat memberikan hiburan dengan melontarkan beberapa pertanyaan kepada anak-anak dan disambut siapa cepat dia dapat untuk menjawab pertanyaan secara yang dilontarkan plus dengan hadiah yang sangat menarik

Acara ini juga dihadiri oleh tokoh Agama setempat, dan beberapa RT perwakilan kampung sekaligus sebagai pendamping anak-anak yatim tiap kampung. Dari sekian banyak tokoh masyarakat, yang datang hanyalah beberapa tokoh saja, namun hal ini tak membuat Ikatan Pelajar Desa Sukaraksa menjadi down bahkan malah sebaliknya semua terkondisikan dan tetap optimis melakukan aksi sosialnya. Karena dengan prinsip "kalo bukan kita siapa lagi" mendorong mereka tetap maju dan tetap percaya diri untuk melakukan aksi mulia ini. Belajar mandri dimulai dari sejak dini, dari anak-anak muda berprestasi yang memiliki cukup karya, seni dan dorongan hati maka akan semakin banyak pemuda Desa yang ikut terinspirasi dan memulai  dedikasi.

tujuan diadakannya kegiatan diatas adalah untuk berbagi dan peduli terhadap anak-anak yatim di sekitar, hal ini membuat kami para relawan muda tergerak memberikan kebahagiaan dari keadaan yang sangat memperihatinkan. harapannya kegiatan ini bisa selalu berlanjut dan bisa memberikan dampak yang lebih baik lagi. karena kegiatan ini adalah moment yang paling ditunggu-tunggu oleh anak-anak. ujar Deni Akbar salah satu Panitia dari Ikatan pelajar Desa Sukaraksa.