Mohon tunggu...
Supartono JW
Supartono JW Mohon Tunggu... Pengamat

Untuk apa sembuhkan luka, bila hanya tuk cipta luka baru? (Supartono JW.15092016) supartonojw@yahoo.co.id instagram @supartono_jw @ssbsukmajayadepok twiter @supartono jw

Selanjutnya

Tutup

Bola Artikel Utama

Seperti Tidak Ada Tokoh Lain, Gusti Randa pun Menjabat Plt Ketum PSSI

19 Maret 2019   16:33 Diperbarui: 20 Maret 2019   12:40 0 5 2 Mohon Tunggu...
Seperti Tidak Ada Tokoh Lain, Gusti Randa pun Menjabat Plt Ketum PSSI
Tribunnews.com/Amriyono

Di tengah persiapan laga Timnas dalam babak kualifikasi Piala Asia U-23 di Vietnam, bukan PSSI namanya kalau tidak membuat berita hebat dan publik sepakbola nasional gerah.

Bagaimana tidak, belum habis persoalan Gusti Randa yang ditunjuk sebagai Komisaris PT Liga Indonesia Baru (LIB), hari ini PSSI meluncurkan berita hangat menyangkut Gusti Randa kembali.

Sebelum beralih profesi, Gusti Randa memang aktor layar kaca dan layar lebar, jadi bila Gusti menerima peran yang berbeda-beda dalam judul sinetron atau film, sah-sah saja, karena memang itu adalah profesinya.

Namun, Gusti yang awalnya memang aktor dan pengacara kini benar-benar menjadi bintang organisasi sepak bola IndonesiaTerbaru, Gusti Randa ditunjuk sebagai Plt (pelaksana tugas) Ketua Umum PSSI. Siapa yang menunjuk?

Komite Eksekutif (Exco) PSSI-lah yang menunjuk Gusti sesuai hasil rapat pada Selasa (19/3/2019). Sebab, Joko Driyono yang menjadi Plt Ketua Umum PSSI menggantikan Edy Rahmayadi, beberapa waktu lalu ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pengrusakan alat bukti yang terkait pengaturan skor. Kemudian sejumlah pihak meminta agar Joko Driyono mundur, akhirnya hal itu mendapat respons Exco PSSI.

Bila Exco akhirnya menunjuk Gusti Randa, yang menjadi pertanyaan publik adalah, sebenarnya kemampuan Exco-Exco yang lain bagaimana? Apa selama ini para Exco sekadar duduk manis, ikut rapat namun tak memiliki kompetensi kepemimpinan? Sehingga Gusti yang sesama menjabat Exco, telah dihadiahi durian runtuh dengan menjabat Komisaris PT LIB, kini bertambah menjadi Plt Ketua Umum PSSI.

Apa para Exco lupa atau tidak tahu, atau pura-pura tidak tahu dengan sepak terjang Gusti Randa yang memiliki rapor merah saat menjabat sebagai Ketua Asprov PSSI DKI?

Menjabat dan memimpin sepakbola tingkat provinsi saja gagal. Ini kok main-main dijadikan Plt. Sementara jabatan Plt Ketua Umum PSSI sekarang bukan jabatan main-main. Karena PSSI harus menyiapkan KLB dan agenda-agenda lainnya.

Rapor merah Gusti Randa
Sekadar mengingat rapor merah Gusti Randa. Saat Periode Kepengurusan  Asprov PSSI DKI 2013-2017 yang dipimpin Gusti Randa, profil dan wajah Asprov PSSI DKI Jakarta justru sangat lemah. Kompetisi sebagai jantung pembinaan tidak tertata dan tereksekusi dengan baik. Kompetisi antara ada dan tiada.

Bahkan tahun 2016, Asprov PSSI DKI tidak menyertakan wakilnya di putaran nasional kompetisi Piala Soeratin U17 karena lalai/tidak menyelenggarakan kompetisi di ajang tersebut di level provinsi DKI Jakarta.

Lebih ironis, pada kondisi ini hak klub-klub internal yang menjadi anggota dari Asprov PSSI DKI menjadi terabaikan. Kesempatan dan hak berkompetisi bagi pesepakbola usia muda DKI Jakarta pada tahun 2016 itu pun menjadi sirna karena ketidakcakapan pengurus Asprov PSSI DKI Jakarta.

Begitupun tahun 2017, sepak bola DKI Jakarta tidak banyak berubah. Akhirnya Gusti Randa mundur sebagai Ketua Asprov PSSI DKI Jakarta. Sebagai penggantinya, Vivien Sungkono, salah satu anggota Eksekutif Komite (Exco) didaulat sebagai Plt Ketua Asprov PSSI DKI. Kepemimpinannya pun setali tiga uang. Roda Asprov DKI tak kunjung membaik. Kompetisi hanya dilaksanakan seadanya. Tidak sesuai dengan hakikat kompetisi sebagai jantung pembinaan sepak bola.

Rapor Biru Gusti Randa
Bila rapor merah identik dengan kegagalan. Maka, rapor biru Gusti Randa saya identikan dengan kebangkitan.

Gusti Randa yang sebelumnya lebih dikenal dari perannya sebagai Samsul Bahri di sinetron Siti Nurbaya. Lalu, berperan di sinetron Mahkota Mayangkara, Singgasana Brama Kumbara dan Mahkota Majapahit, juga tercatat pernah menjajal dunia tarik suara.

Namun, latar belakang di bidang hukumlah yang mengantar Gusti masuk dalam dunia sepak bola. Sejumlah masalah hukum yang berkaitan dengan PSSI dan klub Indonesia kerap melibatkan dia sebagai pengacara.

Selain itu, atas tawaran Ronny Pattinasarani, untuk menjadi ikon yang memopulerkan futsal Tanah Air, hingga akhirnya membentuk Persatuan Olahraga Futsal Indonesia (POFI). Dari sinilah akhirnya Gusti masuk ke bagian PSSI.

Gusti Randa juga tercatat sebagai anggota Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) dan duduk di posisi Ketua Komite Disiplin dan menjadi salah satu anggota Exco PSSI di bawah kepemimpinan Edy Rahmayadi. Kini, ia menjabat sebagai Plt Ketum PSSI menggantikan Joko Driyono.  

Jadi, publik sepakbola nasional dan netizen boleh melihat kekurangan dan kelebihan Gusti Randa minimal dari rapor merah dan birunya. Mungkinkah Gusti Randa dapat menggemban jabatan plt ini dengan benar? Kita tunggu!