Supartono JW
Supartono JW Penulis

Untuk apa sembuhkan luka, bila hanya tuk cipta luka baru? (Supartono JW.15092016) supartonojw@yahoo.co.id @supartono_jw

Selanjutnya

Tutup

Bola Artikel Utama

Singkirkan Malaysia dengan Sewajarnya, Timnas U-19!

12 Juli 2018   08:59 Diperbarui: 12 Juli 2018   12:24 1620 2 3
Singkirkan Malaysia dengan Sewajarnya, Timnas U-19!
Timnas U-19 Indonesia merayakan gol ke gawang timnas U-19 Filipina pada Fase Grup AFF 2018 (BOLASPORT.com/SUCI RAHAYU)

Jelang laga kontra Malaysia petang nanti, ada beberapa hal yang saya catat. Kebiasaan Indra Syafri bersikap baik dan bersikap positif kepada seluruh penggawa timnas yang diasuhnya harus dijawab oleh pemain dengan kesungguhan. Sayang, dalam laga penentuan grup Piala AFF U-10 saat timnas meladeni Thailand, kesempatan tersebut tidak dimaanfaatkan secara maksimal oleh para pemain.

Alasan Indra menyoal para pemain yang diturunkan sejak kick off sebagai anak muda yang perlu pembenahan mental, hanyalah mengada-ada. Saya mencatat, kurang lebih ada lima pemain yang seharusnya tidak dimainkan terlebih dahulu menghadapi tim sekelas Thailand.

Sikap Indra yang bangga atas kondisi pemain di timnas U-19 yang dianggap memiliki kemampuan merata, akhirnya menjadi bumerang. Berbekal telah mengantongi satu tiket semifinal, Indra menjadi jemawa. 

Terkesan menganggap enteng lawan dengan menurunkan pemain-pemain lapis kedua. Namun, menjelang laga bubaran, baru pemain-pemain yang dapat menjadi pembeda dimasukkan. Thailand bukanlah Filipina yang dalam tempo kurang lebih sepuluh menit dapat dibombardir dengan empat gol, maka kekalahan timnas U-19 oleh Thailand, sejatinya diciptakan sendiri oleh Indra Syafri.

Meskipun timnas telah lolos ke semifinal, apapun alasannya, sejarah kembali mencatat bahwa timnas selalu bertekuk lutut dari pasukan Gajah Putih, karena sebelumnya U-23 pun demikian.

Publik sepakbola nasionalpun tidak akan pernah melupakan saat Indra dipecat PSSI. Pasalnya, kendati timnas U-19 telah lolos ke babak final Piala Asia U-19 yang akan berlangsung di Indonesia, pada Oktober 2018  saat pasukan Indra tetap wajib bergelut dalam babak kualifikasi, Egy dan kawan-kawan menuai hasil negatif. 

Dikalahkan Korea Selatan 0-4 dan takluk dari Malaysia dengan skor 1-4 di babak penyisihan Grup F Kualifikasi Piala Asia U-19 di Stadion Paju, Korsel, Senin (6/11/2017).

Kalah oleh Korsel, kita akui meskipun Indra sudah menurunkan skuat terbaik. Namun saat Indonesia dikalahkan Malaysia, ternyata situasinya persis kejadian saat Thailand kemarin mengalahkan pasukan Garuda. Indra menurunkan pemain bukan skuat utama. Alasannya karena rotasi, memberikan jam terbang, dan keinginan Indra untuk mencetak pemain.

Bisa jadi saat Indra di pecat oleh PSSI, alasannya bukan karena kalah telak oleh Korsel dan Malaysia. Namun berapapun jumlah golnya, bila hasil akhir timnas kalah oleh Malaysia, maka seluruh bangsa ini sangat kecewa. Terlebih saat menurunkan pemain meladeni Malaysia, Indra juga terkesan meremehkan dengan menurunkan pemain lapis kedua.

Haruskah peristiwa Indra di pecat karena gagal di Kulifikasi Piala Asia U-19 dan dipecundangi Malaysia terulang. Nyatanya, Indra tetap mengulang kisah yang sama, dengan meremehkan Thailand saat laga terakhir penyisihan grup.

Andai Indra tidak meremehkan, ada kemungkinan Vietnamlah yang mendampingi timnas Indonesia ke semifinal. Nasi sudah menjadi bubur. Indra sudah melakukan dua kali peristiwa blunder yang bisa jadi disadarinya, namun Indra tetap jemawa.

Kini di depan mata telah menunggu Malaysia. Seluruh publik sepakbola nasional telah dapat menilai, Indra. Siapa yang harus menjadi 11 pemain utama. 11 pemain komposisi terbaik timnas U-19 saat ini.

Jangan lagi membiasakan meminta pemain mengeluarkan seluruh tenaga mencari hasil imbang atau menang di menit-menit terakhir. Bila akhirnya timnas berhasil melangkah ke final, di atas kertas, Thailand pasti sudah siap menunggu kembali. Bila menang melawan Malaysia, dengan pasukan terbaik sejak menit awal, yakinlah Thailand dapat disingkirkan.

Sikap jemawa, alasan rotasi, mencetak pemain, tolong diterapkan dalam laga uji coba dulu, jangan dieven penting. Menjadi juara Piala AFF U-19 adalah prestasi bagi bangsa dan Negara.

Ayo Indra, jangan bikin degup jantung suporter Indonesia kencang berdetak, dan suara teriakan nyaring terdengar karena permainan hasil skuat rotasimu yang menecewakan. 

Tapi lahirkan degup jantung dan suara teriakan nyaring suporter di Stadion, di rumah dan di manapun karena permainan teknik tinggi talenta muda Indonesia yang siap menyabet gelar juara, mengulang peristiwa tahun 2013. 

Singkirkan dulu Malaysia dengan sewajarnya. Jangan pasang pemain coba-coba. Pilih yang utama. Menang dari menit pertama. Tidak jemawa karena belum merengkuh juara. Amin.