Sunu Purnama
Sunu Purnama karyawan swasta

mengapresiasi dunia...lewat rangkaian kata...^^

Selanjutnya

Tutup

Media

Bincang Buku Bersama Anand Krishna

17 Juli 2017   14:44 Diperbarui: 17 Juli 2017   14:53 110 0 1
Bincang Buku Bersama Anand Krishna
img-20170716-wa0002-596c68e4656a85059802d852.jpg

" Gita adalah antidot terhadap berbagai macam penyakit yang sudah mewabah di masyarakat. Gita mengajak kita untuk mengasihi tanpa mengharapkan sesuatu, untuk berkarya tanpa pamrih, untuk tidak terikat dengan segala kenikmatan duniawi yang justru merampas kemanusiaan dan kepekaan kita." *)

~ Swami Anand Krishna

Sosok tinggi besar memakai jubah merah marun dengan selendang putih berjalan tegak menuju panggung di depan. Beliau di kenal sebagai penulis dan tokoh  humanis, telah menerbitkan lebih dari 170 buku meditasi, yoga, kesehatan dan lain-lain. Beliau hadir di aula pertemuan di Gramedia Matraman pada hari Minggu (16/7/2017) untuk sebuah peluncuran 3 buku sekaligus melakukan bincang buku dan meditasi.

Hadir dalam kesempatan ini, Bapak Wandi.S. Brata ( Direktur Utama Gramedia Pustaka Utama ). Dalam pembukaan singkatnya beliau menjelaskan,

" Saya sendiri yang mengedit buku-buku Pak Anand. Jadi saya tahu persis apa yang menjadi pesan yang ingin disampaikan beliau.

Tahun 1997 , Pak Anand sudah menulis Bhagavad Gita. Ini buku yang sangat penting sekali bagi bangsa Indonesia. Seperti kita tahu sendiri akhir-akhir ini gejolaknya seperti apa. Orang mengatasnamakan agama namun bertindak non agamawi, jauh dari nilai-nilai agama.

Saya ucapkan selamat atas terbitnya 3 buku sekaligus yg dilaunching hari ini."


fb-img-1500263962274-596c6a7c4fc4aa03944bb492.jpg
fb-img-1500263962274-596c6a7c4fc4aa03944bb492.jpg
fb-img-1500263955867-596c6a95656a8505816e9182.jpg
fb-img-1500263955867-596c6a95656a8505816e9182.jpg
Yang juga menarik adalah kehadiran perwakilan dari sekolah beserta wali pendampingnya. Mereka berasal dari SMK Pancasila dan SMK Cipta Karya.

Sukses Sejati

Dalam pembukaannya Bapak Anand Krishna mengambil contoh teladan sosok terkenal dan sukses Steve Job. Di akhir masa hidupnya, Penemu "Apple" ini ketika jatuh sakit beliau menyesal sekali karena segala kekayaan yang telah diperolehnya selama ini tidak bisa membayar kebahagiaan, waktu bersama keluarga yang sudah lewat.

Bhagavad Gita adalah sebuah pedoman bagi manusia untuk hidup dalam keramaian dunia. Bukan menunggu saat mati dan sekedar tulisan Rest in Peace (RIP) tapi bagaimana Live in Peace (LIP). Bisa gak tetap damai dalam segala kegaduhan dunia!

Sehingga kita tidak ada penyesalan saat "pulang" nanti.

Beliau juga menyinggung soal penelitian dari sebuah buku yang menjelaskan jika kita mengklik Google maka akan dapat dibaca tentang berapa banyak orang-orang melangkah dalam sehari. Dan di Indonesia  hanya sekitar 3.000 langkah kalah dengan Cina melangkah 6.500 langkah, India melangkah 5.500 langkah.

Ini menggambarkan betapa malasnya masyarakat kita.

Tantangan anak-anak saat ini makin berat untuk bersaing dengan negara lain.

Bagavad Gita mengajarkan pada kita untuk tidak melarikan diri, menghadapi tantangan dengan percaya diri.

Krishna dalam Bhagavad Gita mengajarkan bahwa stress adalah bentuk energi. Jika anda stress cobalah menulis, menyalurkan energi itu untuk hal yang kreatif, bisa juga dengan fotografi, jangan hanya browsing hal yang tidak berguna, atau sekedar nongkrong sambil merokok atau ngopi.

Beliau juga menegaskan tentang sejarah leluhur kita yang mengajarkan pedoman bagaimana menjadi eksekutif muda yang berhasil dalam Asta Brata. Sudah saatnya kiblat kita pada dunia barat atau timur tengah kita arahkan kembali kepada pedoman-pedoman yang telah diajarkan oleh leluhur, seperti yang diajarkan dalam buku"Self Leadership" tentang Asta Brata.

Sedangkan "Kebijakan Bhagavad Gita untuk Generasi Y" adalah sebuah ringkasan dari Bhagavad Gita yang dikhususkan bagi generasi muda.Bukan subtitute. Jika anda sudah selesai membaca coba berikan pada teman arau saudara anda, sehingga mereka bisa mengetahui pedoman tentang hidup bahagia ini.

Dalam sessi tanya jawab, Budi menanyakan soal tujuan hidup manusia dalam buku Self Leadership? Beliau juga menyarankan bagaimana kalau buku-buku karya Pak Anand dimasukkan dalam Google Play Book.

Dalam jawabannya, Bapak Anand Krishna menjelaskan tujuan hidup kita tergantung pada kesadaran kita ,sesuai levelnya. Jika kita bertanya pada Yesus, Budha maka tujuan mereka bukan hanya soal kebahagiaan pribadi, namun juga kebahagiaan seluruh mahluk.

Saran yang diajukan dijawab langsung oleh Pak Wandi, bahwa Gramedia juga telah memasukkan buku secara digital. Namun kendala yang utama yaitu kita harus menscan setiap lembar buku, karena kita tidak menyimpan tulisan dalam bentuk file masih dalam bentuk buku.

Penanya kedua Joshua dari Jakarta menanyakan soal keragu-raguan yang dimulai dalam buku Gita. Kita diberikan banyak pilihan yang muncul. Apakah kita lebih baik untuk selalu dalam hal yg pasti saja?

Persoalan utama yang terjadi saat kita muda, kita diberi test dengan sistem pilihan ganda. Sistem yang tidak mengembangkan otak dan intelegensia kita.

Sistem pendidikan kita sudah salah sejak awalnya. Pendidikan kita harusnya mengembangkan test dengan membuat esai. Hal ini akan bisa membuat otak bisa bekerja, pola pikir diajak berkembang, bisa menciptakan imajinasi, kreatifitas.

Tidak ada jalan lain untuk itu kecuali melakukan meditasi. Meditasi menciptakan ruang kosong sehingga kita bisa berpikir lebih jernih dan mampu menganbil keputusan.  Nanti kita akan melakukan sebuah teknik meditasi yang bisa dilakukan di rumah.

Jika dilakukan selama 3 bulan secara rajin, maka dijamin akan terjadi perubahan dalam  mind ( gugusan pikiran dan perasaan). Dan akan membuat kita lebih tenang dan dapat menentukan pilihan yang tepat dalam segala hal.

Ditengah dunia literasi kita yang sedang loyo, acara seperti Bincang Buku ini menjadi sebuah kabar gembira untuk mengangkat kembali keinginan dan semangat membaca di tengah masyarakat kita.Dan bisa melakoni bacaan yang membangkitkan semangat.

Harus makin diperbanyak lagi acara seperti ini sehingga inspirasi dan perubahan yang nyata bisa terjadi seperti apa yang menjadi semboyan Gramedia " Inspiration, Transformed"


Salam literasi...

Jakarta, 17 Juli 2017


******

*) Dikutip dari "Kebijakan Gita bagi Generasi Y" halaman : 164

Sumber Foto: Satu Bumi