Mohon tunggu...
Sunu Purnama
Sunu Purnama Mohon Tunggu... Wiraswasta - Pria sederhana yang mencintai dunia sastra kehidupan.

mengapresiasi dunia...lewat rangkaian kata...^^

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Ulasan Film "LIMA", Drama Keluarga tentang Kebhinekaan

3 Juni 2018   21:23 Diperbarui: 3 Juni 2018   21:52 791
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

"Pancasila adalah isi jiwa bangsa Indonesia yang turun-temurun yang sekian abad lamanya terpendam bisu oleh kebudayaan Barat. Dengan demikian, Pancasila tidak saja falsafah negara, tetapi lebih luas lagi, yakni falsafah bangsa Indonesia."

~ Ir. Soekarno

" Seorang perempuan paruh baya terbaring di ruangan rumah sakit. Disampingnya ada anaknya yang bungsu, Adi, sedang menguaskan cat kuku kepadanya. "

Demikian gambaran pembuka film Lima yang sudah mulai tayang sejak tanggal 31 Mei 2018 sebagai sebuah film yang ingin menyambut serta merayakan kelahiran Pancasila, yang diperingati setiap tanggal 1 Juni.

Sebuah drama realis tentang keluarga besar Ibu Hajjah Maryam Hassanah  yang punya 3 anak. Dengan perbedaan agama diantara mereka.

Menjadi sebuah gambaran jelas tentang kebhinekaan Indonesia karena mereka lahir dari pernikahan beda agama. Menjadi sebuah dilema ketika Sang Ibu meninggal dan harus dikebumikan dengan cara sesuai dengan tatacara muslim.

Konflik/masalah perbedaan pendapat antara Fara,  yang Islam dan Roy, yang Kristen terjadi ketika menurut aturan yang berlaku bila secara muslim, maka yang non muslim tidak boleh ikut serta masuk dan ikut menguburkan jenasah. 

Namun ternyata ikatan keluarga yang menghargai perbedaan lebih mengemuka yang akhirnya keputusan diambil secara bijaksana oleh Fara yang mengijinkan adiknya ikut serta masuk ke liang lahat, dan secara tegas mengatakan, 

" Biarlah dosanya saya yang tanggung."

Dan disaat lain, ketika saudara dari pihak ayahnya ingin ikut serta mengiringi jenasah sang ibu dengan nyanyian gereja maka Fara dengan besar hati juga mengijinkannya setelah meminta persetujuan dari pak kyai. Disinilah letak pengamalan nilai-nilai Pancasila yang menghormati dan menghargai perbedaan digambarkan dalam film Lima. 

Ada beberapa lagi adegan dalam film Lima ini yang mencoba mengambarkan pengamalan nilai-nilai dari Pancasila.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun