Mohon tunggu...
Sunarto Aloysius
Sunarto Aloysius Mohon Tunggu... Petani - belajar membaca dan menulis

lama menyelam dan ingin mendarat lagi...

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Saya Tidak Sabar Ingin Segera Misa Malam Natal

26 Desember 2017   02:06 Diperbarui: 26 Desember 2017   02:14 855
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

 Malam ini saya benar-benar dibuat tidak bisa tidur, karena ingin segera menuliskan pengalaman sukacita Natal yang saya alami. Hehe. Sempat menulis langsung di hapesambil tiduran, namun ternyata karena tidak sengaja menyentuh bagian 'kembali' pada layar hape maka; kira-kira 300 kata lenyap dalam sekejap. 

Hal ini membuat saya sangat jengkel, dan malas menulis kembali. Hingga akhirnya mendapat ilham dan dengan terpaksa menulis kembali via ms.word agar tidak terulang kesalahan tersebut. Nah beginilah cerita yang ingin saya bagikan;

Malam sebelum Natal atau tanggal 24 Desember 2017 merupakan hari dimana saya merasa benar-benar dinaungi rahmat oleh Tuhan. Hati ini seperti bergejolak ingin segera berangkat ke gereja merayakan misa malam Natal yang dijadwalkan pukul 18.00 WIB. Saking semangatnya, saya dan istri berangkat kegereja pukul 17.00 WIB, sampai di Gereja saya terperangah melihat seputar kompleks Gereja, dalam hati saya berbicara: 'Wah..... kog sepi'. 

Lantas saya bertanya kepada istri, lha kog sepi, benar ngga ini misa jam 6(sore)? Dan hanya dibalas dengan senyuman. Dari kejauhan nampak Romo Gono sedang mempersiapkan diri untuk memimpin perayaan Ekaristi malam Natal, saya pun menghampiri. Romo benarkah misanya jam 6(sore)? Tanyaku sambil bersalaman. Benar mas, dijawab dengan mantab. Kog belum ada yang datang ya Romo? Tanyaku kembali. Ini masih jam 5(sore) mas. Saya balas dengan senyuman.

dokumentasi pribadi
dokumentasi pribadi
 Kami masuk kedalam gereja, menghidupkan lampu dan membuka pintu utama yang masih terkunci. Tak lama berselang, umat silih berganti memenuhi bangku panjang yang ada didalam gereja dan luar gereja. Tidak lupa AC didalam gereja dinyalakan agar umat merasa nyaman saat melaksanakan ibadah.

Pukul 18.00 WIB perayaan Ekaristi malam Natal dimulai, didahului dengan doa Malaikat Tuhan (Angelus) yang dipimpin salah satu umat dilanjutkan maklumat atau kisah kelahiran Yesus Kristus yang dinyanyikan oleh petugas liturgi hingga selesai. Perarakan menuju Altar yang ditandai dengan suara lonceng langsung disambut umat dengan berdiri diiringi lagu pujian Malam Kudus yang dinyanyikan kelompok koor dengan sangat merdu. 

Perayaan misa Malam Natal dipimpin oleh RD Hyginus Gono Pratowo Pr selaku pastor paroki Gereja Santa Maria Pengantara Rahmat Ilahi Lahat. Dalam khotbahnya, Romo Gono menekankan kepada umat agar merayakan Natal dengan penuh kesederhanaan dan sukacita serta membawa kedamaian bagi semua umat ditengah perbedaan.  

Dua jam telah berlalu perayaan Misa malam Natal pun purna, tepatnya pukul 20.00 WIB. Berkah penutup sebagai penghujung dalam rangkaian misa diberikan oleh Romo Gono dan disambut dengan lagu penutup perayaan misa. Terlihat beberapa umat mulai meninggalkan gereja sembari bersalam-salaman mengucapkan selamat Natal kepada umat lain disekitarnya.

dokumentasi pribadi
dokumentasi pribadi
 Diluar gereja terdapat banyak bapak-bapak dari kepolisian, TNI, polisi pamong praja dan Banser yang turut berjaga mengamankan jalannya perayaan Misa malam Natal umat Katolik di Gereja Santa Maria Pengantara Rahmat Ilahi Lahat. Beliau-beliau seolah turut bahagia dalam sukacita Natal karena mampu menjaga kondusifitas lingkungan gereja sehingga umat merasa aman dan tenang melaksanakan ibadah. 

Di aula gereja telah hadir pula Bupati Kabupaten Lahat Bapak H. Saifudin Aswari Ri'vai S.E. beserta jajarannya dan didampingi Kapolres Lahat beserta jajarannya, Dandim 0405 Lahat dan jajarannya, serta Forum Kerukunanan Umat Beragama (FKUB). Para pejabat pemerintahan tersebut mengucapkan selamat Natal kepada seluruh umat kristiani khususnya umat Katolik yang ada di kabupaten Lahat.

Saya pribadi merasakan damai dan sukacita Natal sungguh mengendap didalam hati.  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun