Mohon tunggu...
sulthan raihan
sulthan raihan Mohon Tunggu... Mahasiswa

Mahasiswa STEI Sebi

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Hakikat Ibadah

25 Januari 2021   12:13 Diperbarui: 25 Januari 2021   12:31 30 0 0 Mohon Tunggu...

"Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada Ku" (Q.s. Adz-Dzariyat 51:56). 

Ibnu katsir berkata tentang ayat ini bahwa sesungguhnya Allah Ta'ala menciptakan makhluk untuk beribadah kepada Nya. Barang siapa taat kepada Nya akan Allah balas dengan balasan yang sempurna. Sedangkan barang siapa yang tidak taat kepada Nya niscaya Allah akan menyiksanya dengan siksaan yang sangat keras. 

Ibadah yang dilakukan manusia kepada Allah ta'ala hakikatnya adalah karena kesadaran (asy-syu'ur) terhadap dua hal

Pertama, asy-syu'ur bikatsrati ni'amillah (kesadaran akan banyaknya nikmat-nikmat Allah). Seseorang akan selalu termotivasi untuk melakukan ibadah jika ia menyadari bahwa seluruh nikmat yang dirasakannya adalah berasal dari Allah SWT. "Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah lah (datangnya).. " (Q.s. An-nahl 16:53). 

Kedua, asy-syu'ur bi'adzhomatillah (kesadaran akan keagungan Allah). Seseorang akan termotivasi beribadah jika ia menyadari betapa agungnya Allah SWT. Dial lah Allah yang menciptkan kita, Allah lah yang menciptakan dunia, yangmenghidup dan matikan semua yang bernyawa, yangmemberi dan melimpahkan rezeki. Allah juga yang menciptakan manusia sebaik baiknya makhluk diantara makhluk Allah lainnya. 

"Allah lah yang menjadikan bumi bagi kamu tempat menetap dan langit sebagai atap, dan membentuk kamu lalu membaguskan rupamu serta memberi kamu rezeki dengan sebagian yang baik-baik. Yang demikian itu adalah Allah tuhanmu, maha agung Allah, tuhan semesta alam. " (Q.s. Al-mu'min 40:64). Oleh karena itu kita seharusnya terus memperhatikan ayat ayat Allah taala agar senantiasa tersadar akan keagungan Nya. 

VIDEO PILIHAN