Sulistiyo Hadi
Sulistiyo Hadi Guru seni

Minat pada dunia pendidikan, kesenian dan sosial keagamaan.

Selanjutnya

Tutup

Filsafat

Makna Kupat

4 September 2011   15:45 Diperbarui: 26 Juni 2015   02:14 442 0 0

Setiap hari raya 'idul fitri kita sering disuguhi kupat. Kupat atau ketupat bagi orang jawa memiliki makna simbolis.Kupat dapat berarti ku-ngaku pat-lepat. Ngaku lepat (mengaku kesalahan) baik kesalahan yang dilakukan secara kasar (nyata/disengaja) maupun yang halus (tidak kelihatan/tidak disengaja).Kupat dapat berarti pula,ku-laku,perilaku (tindakan) dan pat-papat(empat). Perilaku 4 (empat) yang dimaksud adalah 1.Lebar (barusan,selesai) menjalankan ibadah puasa. 2. Luber ( lebih,keluar) mengeluarkan zakat . Baik zakat fitrah,maal,infak maupun shadaqah. 3. Lebur ( hancur,hilang) segala dosa yang pernah dibuatnya. 4. Labur (mengecat putih) mengembalikan pada kesucian.

Parikan (pantun jawa) yang menggunakan kata kupat, a.l :Sego kupat duduhe santen,menawi lepat nyuwun pangapunten. Sego kupat santene klopo,menawi lepat nyuwun pangapuro. Sego kupat gado-gado,menawi lepat ojo dipindho.