Puisi highlight

Di Balik Jendela

13 Agustus 2017   06:47 Diperbarui: 13 Agustus 2017   06:55 75 1 0
Di Balik Jendela
Ilustrasi: girlblospot

Awan mendung telah mengelabui kota ini

Gerimis turun dengan percikan perlahan

Menjadi musik klasik dalam renungan panjang

Sayhdunya hati telah terpenjarakan


Pautan pandang menjadi ilustrasi dan bayangan

Kenyataan rindu tak terbantahkan

Dengan adanya bayangan dibalik kaca kos-kosan

Membuat hati bercengkraman dengan alunan musik klasikal percikan hujan


Siapakah gerangan di balik kaca itu

Menawan nan anggun bagaikan peri/malaikat bersayap ganda

Mendekat didepan pandangan mata

Dengan menyapa, aku lah gerangan yang kau rindukan itu wahai laki-laki bayangan


Sontak pun seketika, dengan berbalik tanya benarkah begitu?

Sang peri telah menjelma menjadi gadis kenyataan

Bukan lagi bayangan dibalik kaca itu

Dan mendekap batin ini seraya berkata "maukah kau mendekat dengan ku lebih dekat lagi laki-laki bayangan"


Inikah balasan atas banyang itu

Menjadi syahdu diatas hati yang tengah rindu

Menyatu dan bersatu dalam raga dan qalbu

Sehingga, tak lagi berseteru dengan bayangan-bayangan itu