Mohon tunggu...
Sukma Tom
Sukma Tom Mohon Tunggu... Mintalah maka kamu akan diberi, carilah maka kamu akan mendapat dan ketoklah maka pintu akan dibukakan.
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

God is Love

Selanjutnya

Tutup

Travel

Jalan-jalan ke Museum Istana Presiden

20 Juli 2019   17:16 Diperbarui: 20 Juli 2019   17:18 0 0 0 Mohon Tunggu...
Jalan-jalan ke Museum Istana Presiden
dokpri

Bisa berkunjung hingga mengitari setiap ruangan Museum Istana Kepresiden  Republik Indonesia di Bogor merupakan keberuntungan buat saya, pastinya saya bangga untuk itu. Betapa tidak, karena untuk dapat masuk ke museum yang letaknya tepat di bagian kiri istana kepresidenan itu  tidaklah mudah semudah kita memasuki museum museum lainnya.

dokpri
dokpri
Memang dibuka untuk umum namun untuk masuk ke Museum Istana Kepresidenan Republik Indonesia Bogor, kita harus lebih dulu membuat surat pernyaatan atau permohonan ke sekretariat istana Bogor, ketatnya untuk bisa masuk ke dalam harus dimaklumi. 

dokpri
dokpri
Seperti saya akhirnya punya kesempatan masuk ke Museum pada Sabtu 13 Juli 2019 lalu dengan perohonan izin sudah masuk sekitar 4 bulan sebelumnya, proses yang agak lama karena secara kebetulan pada  saat itu adalah dimana saat saat dentingnya pemilihan Presiden Republik Indonesia.

dokpri
dokpri
Banyangkan peromonan untuk berkunjung sudah masuk ke sekretariat istana  Bogor sebelum terjdi pemilihan umum, hingga usai pemilihan dan KPU menetapkan Jokowi Maruf menang, tak sampai disitu lanjut ke MK, hingga keputusan MK. 

Hingga saat bersamaan konon dimana Hati Prabowo legowo menerima kekalahan dan terjadi pertemuan Jokowi dengan Prabowo di MRT yang menjengangkan banyak mata, saat itulah saya punya kesempatan boleh berkunjung ke Museum Istana Kepresideanan Republik Indonesia Bogor yang diresmikan pada Sabtu, 18 Oktober 2014 oleh Bapak Mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di hari terakhir masa jabatannya menjabat sebagai Presiden RI.

Konon Museum tersebut digagas sendiri oleh bapak SBY, setahun sebelum melepas masa jabatannya. Dengan tujuan sebagai penghormatan kepada para Presiden Republik Indoesia, juga diharapkan menjadi salah satu wisata edukasi bagi siapapun terlebih ke pada anak anak bangsa. Dan sebelum masuk ke dalam museum di bagian depan kepresidenan ini terdapat sebuah prasasti yang bertuliskan; SETIAP PRESIDEN INGIN BERBUAT YANG TERBAIK BAGI BANGSA DAN NEGARANYA.

dokpri
dokpri
Maka tak salah, bagunan yang memiliki tiga lantai itu, memang memberikan banyak edukasi tentang  sejarah Bangsa Indonesia, seperti di lantai satu merupakan galeri kebangsaan, ada Naskah Proklamasi, Lambang Negara Burung Garuda, Pembukaan UUD45, Sumpah Pemuda juga Lagu Indonesia Raya dan enam patung presiden Indonesia sebelumnya berdiri kokoh sesuai urutannya.

Beranjak ke lantai dua merupakan galeri kepresidenan, lengkap dengan profil masing masing presiden secara berurut dan tertata  rapi,  kisah perjalanan kepemimpinan selama menjabat jadi presiden,  ada jubah kebesaran  dan ruang kerjannya, menariknya ada kata-kata mutiara dari masing-masing presiden mulai dari Presiden Soeharto, Presiden Soekarno, Presiden BJ Habibie, Presiden Abdurahman Wahid, Presiden Megawati Soekarno Putri dan Presden Susilo Bambang Yudhoyono.

dokpri
dokpri
Museum yang diberi nama Balai Kirti oleh bapak SBY dari dua arti kata; Balai artinya bangunan dan Kirti yang dari bahasa kuno artinya Amal ulama itu pun dilengkapi peta digital yang menggambarkan sejarah perkembangan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, juga ruang audio visual yang menayangkan film-film terkait dengan peristiwa-peristiwa juga setiap prestasi yang dimiliki presiden.

Lantai terakhir terdapat ruang besar yang berisi sofa dan taman, mungkin difungsikan untuk bersantai sambil mengenang dan mengingat sejarah Indonesia juga para pemimpin bangsa terdahulu. Seperti kutipan kata mutiara dari Presiden pertama Indonesia Soekarno, dikatakan; “JAS MERAH, JANGAN SEKALI-SEKALI MENINGGALKAN SEJARAH”.

dokpri
dokpri