Mohon tunggu...
Akhmad Sujadi
Akhmad Sujadi Mohon Tunggu... Enterpreneur

Entepreneur

Selanjutnya

Tutup

Transportasi Pilihan

Jembatan Jakaribu Dekatkan Jakarta Daratan dengan Kepulauan Seribu

13 Juni 2019   09:22 Diperbarui: 13 Juni 2019   12:32 0 1 0 Mohon Tunggu...
Jembatan Jakaribu Dekatkan Jakarta Daratan dengan Kepulauan Seribu
salah satu pulau di Kepulauan Seribu, cantik menawan (ft.Kab. Kep. Seribu)

  

 Kabupaten Jakarta Kepulauan Seribu yang terdiri 111  pulau-pualu kecil yang dihuni sekitar 28.000 jiwa yang tersebar di 11 pulau memiliki potensi wisata bahari menawan. Pantai yang indah tak bosan mata memandang. Indahnya bawah laut dan suasana yang tenang mendorong daerah ini menjadi daerah witasa pilihan sebagian warga Jabodetabek.  Bahkan pada tahun 2017, Kepulauan Seribu masuk 10 besar  destinasi unggulan Pariwisata Indonesia oleh Kementerian Pariwisata. Menjadi 10 besar destinasi wisata unggulan Kabupaten Jakarta Kepulauan Seribu harus berbenah total agar turis mancanegara bisa datang ke Kepulauan Seribu.

Saat ini akses dari daratan Jakarta ke Kabupaten Jakarta Kepulauan Seribu menggunakan kapal laut sebagai satu-satu akses. Ada beberapa pelabuhan di Jakarta daratan dan berbagai layanan kapal. Pertama Pelabuhan Sunda Kelapa dengan  kapal perintis yang dioperasikan PT PELNI (Persero). Kapal perintis ini  ditempatkan diujung pelabuhan yang  menyulitkan akses kendaraan dari pintu gerbang ke kapal harus melalui jalan berliku dengan truk-truk muat bongkar barang lalu lalang.

Selanjutnya Pelabuhan Kaliadem, Jakarta Utara. Pelabuhan ini dirancang khusus untuk kapal-kapal angkutan pelayaran rakyat. Pelabuhan ini menjadi akses utama warga Jakarta Kepulauan Seribu.  Pemerintah DKI Jakarta  menyediakan dermaga di  pelabuhan ini dengan dukungan sarana transportasi pendukung busway, Kopaja dan angkot, namun masih perlu membenahi lebih lanjut. Akses jalan ke pelabuhan seringkali banjir ketika air laut pasang.

Selanjutnya Pelabuhan Marina, Ancol. Pelabuhan ini cukup representatif sebagai akses ke Jakarta menuju Kabupaten Kepulauan Seribu. Kapal-kapal cepat untuk wisatawan cukup baik. 

Daerah pesisir memiliki potensi ekonomi tinggi, hal ini perlu dilakukan penataan terintegrasi dan kompreshensif. Pemprov DKI Jakarta harus duduk bareng dengan Kementerian KKP dan Kementerian Perhubungan serta operator transportasi laut untuk menata daerah peisisir Jakarta dan menata transportasi  menjadi lebih baik.

Kapal-kapal penumpang tersebut perlu direvitalisasi agar  Kabupaten Jakarta Kepulauan Seribu mudah dijangkau dari daratan Jakarta. Transportasi dengan kapal-kapal kecil untuk akses dari Wilayah DKI Jakarta  yang terdiri daratan dan perairan menjadikan wilayah Kabupaten Jakarta  Kepulauan Seribu tertinggal dibanding wilayah daratan yang terdiri Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Jakarta Selatan.

Untuk dapat mendekatkan dan memudahkan askes dari Jakarta daratan ke Kepuluan Seribu  perlu dilakukan revitasilisasi infrastruktur transportasi laut di daratan Jakarta dan di Kabupaten Kepulauan Seribu. Dari Jakarta ke Kepulauan Seribu harus ada jembatan yang mempermudah dan mendekatkan ibu kota dengan Kabupaten Jakarta Kepulauan Seribu. 

Mengartikan jembatan tidak dengan  membuat infrastruktur jembatan permanen dari beton yang  membelah lautan, namun jembatan di sini adalah penyediaan "kapal besar"  yang mondar mandir dari daratan Jakarta ke dermaga di Kepulauan Seribu sebagai jembatan atau penghubung  nusantara seperti Merak-Bakahuni, Ketapang-Gilimanuk dan daerah lainya yang dilayani kapal Roro ASDP.

Untuk mendukung jembatan nusantara perlu dibangun dermaga di daratan Jakarta dan dermaga di tengah laut (pilih laut dalam) untuk dapat disandari kapal-kapal besar, bahkan harus dirancang bisa disandari kapal-kapal cruise pengangkut wisatawan mancanegara. 

Dari dermaga di Kabupaten Kepulauan Seribu, nantinya warga diangkut dengan kapal-kapal cepat, kapal rakyat dan kapal perintis yang semula beroperasi dari  Jakarta ke Kepulauan Seribu  dipindahkan hanya boleh beroperasi antar pulau di Kepulauan Seribu. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2