Mohon tunggu...
Akhmad Sujadi
Akhmad Sujadi Mohon Tunggu... Enterpreneur

Entepreneur

Selanjutnya

Tutup

Transportasi Artikel Utama

Kebutuhan Transportasi Laut bagi Negara Kepulauan

21 Mei 2019   07:18 Diperbarui: 21 Mei 2019   18:13 0 4 1 Mohon Tunggu...
Kebutuhan Transportasi Laut bagi Negara Kepulauan
KM. Lawit di Pelabuhan Pontianak (ft. Pelni)

Allah menganugerahi Indonesia dengan dua pertiga wilayahnya berupa lautan. Bahkan Indonesia menjadi negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki jumlah pulau yang sudah didaftarkan ke PBB pada 2017 sebanyak 16.056 pulau. Sementara kita sering menyebut jumlah pulaunya ada sekitar 17.000-an.

Ribuan pulau yang terhampar berjajar sambung menyambung menjadi satu itulah Indonesia. Hamparan pulau mengiasi bumi dengan deretan pulau besar, pulau sedang dan pulau-pulau kecil tersebar dari Sabang di ujung Barat, Merauke di paling timur, Miangas paling utara, dan Rote pulau paling selatan Indonesia.

Untuk menghubungkan nusantara menyatukan Indonesia, negara telah mendirikan BUMN transportasi laut, salah satunya PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero)-PELNI. Perusahaan negara yang didirikan pada 28 April 1952 ini ditugasi negara untuk mengangkut orang dan barang antarpulau di seluruh daerah di nusantara.

PELNI saat ini memiliki 26 kapal trayek nusantara dengan rincian; 1 kapal tipe 3000 pax, 9 kapal tipe 2000 pax, 2 kapal 3in1 tipe 2000 pax yang telah difungsikan dapat mengangkut orang, kontainer, kendaraan, alat berat dan sepeda motor. Kemudian 1 Kapal Ferry Cepat (KFC) Jetliner dan 1 kapal Roro. Selain itu PELNI juga mendapat penugasan untuk mengoperasikan 46 trayek kapal perintis.

Kapal-kapal penumpang PELNI berukuran besar dengan kapasitas 2000 hingga 3000 bed umumnya buatan Jerman. Usia kapal beragam ada yang buatan 1985 dan termuda buatan 2008 yaitu KM. Gunung Dempo yang didesain dapat mengangkut kontainer dan angkutan orang dengan kapasitas lebih dari 1.000 orang.

Meskipun mengoperasikan armada yang cukup berumur, BUMN transportasi laut ini terus memompakan semangatnya. PELNI tak pernah surut demi menjaga nusantara tetap jaya dengan mengantar warganya ke berbagai pulau. Lautan yang ganas, ombak dan badai yang menghempas tak pernah menyurutkan ABK PELNI untuk terus mengabdi demi Indonesia Jaya.

Seperti halnya manusia, kapal pun dimakan usia. Makin tua usia manusia fisiknya akan makin lemah. Demikian juga kapal yang terus dipacu di lautan untuk mengangkut warga ke seluruh penjuru, ada batas kemampuannya pula. Meskipun dirawat dengan perawatan harian dan perawatan tahunan, docking kapal masih menyisakan berbagai persoalan, terutama spare part yang makin sulit karena harus order ke pabrik bila perlu penggantian.

Kapal putih, demikian warga Papua menyapa kapal-kapal PELNI dari para pejabatnya hingga rakyat akan menyambut gembira bila kapal putih akan tiba di pelabuhan. Tua muda mereka mendekat untuk menjemput sanak saudara atau sekadar menonton kedatangan kapal, mereka lakukan untuk menyapa kapal putih sebagai salah satu barang mewah di sana.

Meremajakan kapal dengan memoles interior (FT. PELNI)
Meremajakan kapal dengan memoles interior (FT. PELNI)

Bagi warga Indonesia yang tinggal di pulau-pulau besar seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi infrastruktur jalan sudah terbangun bagus. Bahkan Jawa sudah tersambung berbagai fasilitas transportasi dari jalan tol Trans Jawa, kereta api, pesawat, hingga kereta kecepatan tinggi mudah dan lebih cepat mengantar penumpangnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2