Akhmad Sujadi
Akhmad Sujadi wiraswasta

Entepreneur

Selanjutnya

Tutup

Transportasi Pilihan

Mudik Lebaran, Momen Tepat Menata Pelayanan Jasa Transportasi

11 Juni 2018   07:45 Diperbarui: 11 Juni 2018   10:03 250 0 0
Mudik Lebaran, Momen Tepat Menata Pelayanan Jasa Transportasi
Seorang kondektur memeriksa tiket penumpang (Ft. dok KAI)

PT. Kereta Api Indonesia (Persero) -- KAI pada 2009 hingga 2013 berjibaku membenahi sistem dan seluruh pendukung pelayanan pada momen angkutan lebaran. Para pimpinan dan karyawan pada masa itu bekerja keras, bertempur dengan para calo yang ganas, penumpang liar dari angkatan hingga yang ikut-ikutan, sesaknya kereta dan seabreg masalah yang membelit perkeretaapian sejak Indonesia Merdeka. Boleh dibilang kemerdekaan penumpang kereta api diperloleh sejak 2013 dan muah-mudahan hingga akhir zaman.

 Membangun budaya transportasi yang tertib, aman, nyaman dan penuh keramahan diperlukan membangun internal perusahaan berbudaya  disiplin, tertib. Internal yang tertib dan disiplin internal  dulu,  baru hasilnya asilnya   dapat dinimkmati masyarakat pada saat ini. Kalau internalnya bagus, otomatis pelayanan publik akan baik pula. Pengguna jasa akan mengikuti setiap aturan yang diterapkan penyelenggara transportasi.

Saat itu pembehanan kereta api  dipimpin Ignasius Jonan dan Sulistyo Wimbo Hardjito sebagai pemicu perubahan di tubuh KAI, yang  diawali pada masa angkutan lebaran. Angkutan lebaran yang dulu diwarnai orkes dangdut di stasiun, maraknya calo tiket, penumpang berjejal hingga ke atap kereta dan bibir lokomotif, kini telah sirna.

Eligi kereta api (Ft. Bayu Murti)
Eligi kereta api (Ft. Bayu Murti)

Para pewarta foto yang dulu senang mengambil foto dan oleh redakturnya dimuat di halaman muka dengan tampilan penumpang menonjolkan wajah dari jendela toilet, penumpang di bibir lokomotif, kini lebih mencari sisi lain untuk liputan transportasi kereta api. Karena semua sudah tertib, seolah tidak ada yang perlu diberitakan.

Keberhasilan KAI mengubah wajah pelayanan amburadul menjadi pelayanan yang penuh keramahan bukan terjadi tiba-tiba, namun terencana dalam waktu singkat. Ketika berniat baik, ide dilaksanakan maka akan terus mencul berbagai  kemudahan,  akan terus datang dan pertolongan Allah SWT terus mengiringi daya upaya insan transportasi. KAI telah membuktikan dan merasakan, ada saja ide muncul, ada saja cara untuk memperbaiki, ada saja cara menjadi solusi.

Saya yakin, ketika Jonan dan Wimbo masuk KAI pada 24 Februari 2009, kedua profesional ini belum memiliki konsep permanen untuk membenahi KAI. Mereka mendapatkan konsep  dan cara seiring berjalanya waktu. Modal kadua profesional ini cuma tegas, disiplin dan komitmen. Setiap hal yang sudah menjadi keputusan harus dilaksanakan dengan baik dan benar, setiap hal yang tidak dilaksanakan secara baik, insan KAI diberi sanksi. Dengan modal reward and punishment, kedua profesional ini berhasil membenahi KAI dari sebelumnya karut marut.

Semua keberhasilan pembenahan pelayanan KAI lebih banyak dilakukan pada saat angkutan lebaran. Keberhasilan angkutan lebaran bukan hanya menjadi keberhasilan direksi dan karyawan penyelenggara transportasi, namun juga keberhasilan bagi stakeholder.

Kemenhub, Kementerian BUMN, DPR dan para pengguna jasa dapat merasakan perubahan nyata pelayanan. Meskipun pada saat perubahan semua yang terlibat dalam angkutan lebaran harus berkorban waktu, tenaga dan pikiran, bahkan kondektur dikepruk batu pedagang  asongan, Anda adalah pahlawan perubahan yang hasil nyata dapat dirasakan saat ini.

Belajar dari KAI, para pengelola transportasi  publik baik swasta maupun BUMN yang saat ini pelayananya belum sesuai harapan konsumen dapat belajar dari KAI. Membenahi transportasi publik yang pelayananya sudah kadung belum berstandar pelayanan prima, tidak lebih mudah membangun perusahaan baru yang semuanya serba baru.

Membenahi transportasi yang kondisinya belum berstandar ibarat merombak pakaian yang sudah jadi meskipun compang camping menjadi pakaian baru, sangat sulit dan rumit.  Pimpinan memiliki  peran sentral dalam perubahan. Perlu kerja keras, kebersamaan dan komitmen dari pucuk pimpinan hingga ujung tombak pelayanan agar mereka senada dalam  langkah yang sama dengan kebijakan perusahaan. Kalau langkahnya tidak sejalan, lebih baik mundur.

Perubahan pelayanan jasa transportasi  yang diawali KAI sudah mulai  diikuti BUMN Transportasi seperti Pelni, ASDP, Damri, PPD sebagai perusahaan negara. Mereka terus memperbaiki diri di sektor transportasi dengan dukungan IT sebagai penerjemah perubahan. Perapan IT dapat mencegah peyimpangan, mempercepat dan memudahkan pelayanan. Momen lebaran, dapat digunakan untuk melakukan perubahan pelayanan. ***