Mohon tunggu...
Achmad Suhawi
Achmad Suhawi Mohon Tunggu... Politisi Pengusaha

--- MENULIS jadi saluran Hobi--- --- BERPOLITIK sebagai Pengabdian--- --- PENGUSAHA profesi Penghidupan--- --- BERORGANISASI ajang Persahabatan ---

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Islam Menganjurkan Umatnya Merayakan Natal

27 Desember 2020   22:16 Diperbarui: 27 Desember 2020   22:42 117 0 0 Mohon Tunggu...

Polemik mengucapkan selamat merayakan Hari Natal kepada pemeluk agama Kristen / Katolik di Indonesia seringkali menuai pro kontra dari tahun ke tahun. Ada yang menggunakan pendekatan Tauhid (hablum minallah) tetapi ada pula yang lebih melihat dengan pendekatan masalah sosial kemanusiaan (hablum minannas) sebagai dasar argumentasinya.

Hablum Minnallah ialah hubungan manusia dengan Allah SWT yang tidak bisa lagi dikompromikan, tidak boleh di usik oleh siapapun karena terkait dengan esensi agama itu sendiri. Sedangkan Hablum Minannas merupakan hubungan horisontal antara manusia dengan manusia yang lain, termasuk relasi manusia dengan kemanusiannya.

Sebagai relasi sesama manusia ia meliputi berbagai aspek seperti keyakinan, agenda, syiar, nilai-nilai, norma, dan termasuk kepentingan dari setiap individu. Oleh sebab itu, membuka cakrawala hablum minannas tidak bisa hanya dari satu dimensi atau satu sisi saja.

Sebab, pada sisi mana seseorang berpijak, pada ruang dan waktu kapan, serta dengan tingkat pemahaman seperti apa dari masing -masing individu bisa sangat mempengaruhi persepsi dan kesadaran pada setiap individu tersebut. Dan Islam menilai suatu tindakan seseorang dari niatnya, Imam Nawawi dalam kitabnya Al-Arbain, menukil suatu hadist tentang keutamaan Niat,

"Bahwasanya segala perbuatan itu bergantung pada niat. Dan sesungguhnya bagi tiap-tiap orang ada (sesuatu) yang dia niatkan. Maka, barangsiapa yang hijrahnya kepada (karena) Allah dan RasulNya, maka hijrahnya kepada Allah dan RasulNya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena ingin mendapatkan dunia atau mengawini wanita, maka hijrahnya ke arah sesuatu yang ditujunya."

Namun, dalam konteks relasi kehidupan manusia, suatu niat adakalanya tidak mudah dipahami oleh manusia yang lain. Niat baik akan selalu di ikuti dengan suatu pertanyaan retoris : niat baik anda untuk siapa? Sehingga niat dalam konteks umat Islam selalu memiliki aspek tauhid dan praktis.

Aspek tauhid karena suatu niat dari setiap individu hanya individu bersangkutan dengan Allah SWT saja yang mengetahui. Sedangkan niat dalam aspek praktis merupakan relasi sesama manusia yang adakalanya disertai prasangka. Islam menjaga keseimbangan antara keduanya yaitu hablum minallah sebagai relasi vertikal antara manusia dengan Tuhannya, dan relasi hablum minannas sebagai relasi horisontal antara sesama manusia tanpa membedakan SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) tetapi lebih sebagai anak cucu Adam AS, anak cucu umat nabi Nuh AS, dan Makhluk ciptaanNya.

Mengucapkan Selamat Natal Dalam Tinjauan Tauhid
Mengucapkan Selamat Natal bagi sebagian umat Islam ada yang menempatkan bahwa tindakan itu merupakan praktek Tauhid. Jadi jangan heran apabila kemudian ada sebagian orang Islam yang menentang atau mengharamkan tindakan mengucapkan selamat natal. Orang Islam yang menentang untuk mengucapkan selamat Natal kepada umat Nasrani (Kristen / Katolik) berpegang kepada QS  112 : 3-4 yang berbunyi :

"(Allah) tidak beranak dan tidak pula di peranakan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia."

Alasan lain ialah bahwa Trinitas berbeda dengan agama wahyu yang menganut monoteis, melainkan politeis. Pemahaman bahwa Trinitas sebagai praktek politeis kemudian diikuti dengan kesadaran bahwa praktek keagamaan umat nasrani bukan lagi sebagai Ahli Kitab. Sehingga mengucapkan Selamat Natal di nilai sama dengan menyetujui praktek polities. Sementara Allah SWT telah memberikan penyangkalan atas praktek Trinitas dari sebagian Ahli Kitab sebagaimana dimaksud dalam QS. 4: 171 berikut : 


"Wahai Ahli Kitab! Janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sungguh, Al-Masih Isa putra Maryam itu adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimatNya yang disampaikan kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dariNya. Maka berimanlah kepada Allah dan rasul-rasulNya dan janganlah kamu mengatakan, (Tuhan itu) tiga, berhentilah. (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Mahasuci Dia dari (anggapan) mempunyai anak. MilikNya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan cukuplah Allah sebagai pelindung."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x