Mohon tunggu...
Suharto MTsN 5 Jakarta
Suharto MTsN 5 Jakarta Mohon Tunggu... Guru - Pendidik, penulis, Guru Blogger Madrasah, motivator literasi, pegiat literasi

Menulis

Selanjutnya

Tutup

Filsafat Pilihan

Laksana Kuda Pak Kusir

11 November 2022   07:53 Diperbarui: 11 November 2022   08:00 106
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Filsafat. Sumber ilustrasi: PEXELS/Wirestock

Laksana Kuda Pak Kusir

#CatatanHarianGuruBloggerMadrasah

Pernahkah Anda naik delman? Pasti di antara Anda pernah menaiki delman. Bahkan duduknya di samping pak kusir. Atau paling tidak pernah melihat pak kusir sedang mengendarai kuda bersama delmannya.

Dahulu zaman kakek-nenek kita delman sebagai alat transportasi. Kalau cerita ibu saya dahulu kalau mau ke Bogor naik delman. Sudah dipastikan butuh waktu lama untuk sampai ke sana.

Coba perhatikan kuda yang menarik delman dan pak kusir! Kuda itu akan berjalan kalau ditarik tali pengekangnya, untuk mempercepat jalan pak kusir akan mencambuknya, semakin keras cambukkan semakin cepat jalannya. Jadi kuda akan berjalan kalau ditarik atau dicambuk.

Ini hanya sebuah perumpamaan saja. betapa banyak di antara kita, bahkan diri kita sendiri bekerja laksana kuda pak kusir. Jika tidak ditegur atau dikritik kita tidak melakukan yang seharusnya kita lakukan. Andaikan dilakukan tidak maksimal, bahkan disepelekan saja.

Kalau mental kita seperti ini bisa menimbulkan masalah. Siswa yang tidak tahu akan dirinya dan apa yang harus diperbuatnya sebagai seorang pelajar akan berdampak pada hasil yang ia dapatkan.

Begitu juga ketika kita yang diberikan kepercayaan dan amanah tidak menjalankan amanah dengan semestinya atau kurang bertanggung jawab atas apa yang kita emban. Tentunya akan berdampak terhadap kinerja kita. Kinerja kita akan dipertanyakan, bisakah Anda kerja? Bukankah Anda sudah diamanahkan?

Terkadang di antara kita sebelum berada pada posisi yang kita inginkan. Kita berusaha sekuat tenaga untuk menggapainya. Berbagai cara pun dilakukan, kalau perlu sikut sana-sikut sini. Namun, setelah cita itu sudah berada di genggaman. Lupa bersyukur dan menganggap sepele terhadap tanggung jawab yang diemban.

Terus bagaimana agar kita tidak seperti kuda pak kusir? Cukup bercermin kepada jam dinding. Jam itu terus berputar dilihat atau tidak dilihat. Jam itu tetap fokus pada  porosnya.

Coba tengok kepada diri kita sendiri, apakah kita laksana kuda pak kusir atau jam dinding?

Cilincing, 11 November 2022
Cing Ato

Mohon tunggu...

Lihat Konten Filsafat Selengkapnya
Lihat Filsafat Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun