Mohon tunggu...
Suhaimi Arza
Suhaimi Arza Mohon Tunggu... Guru - Guru, Dai dan Pemerhati Pendidikan

Guru dan Sekaligus Fasilitator Pendidikan

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Salahkah Buku Kurikulum Kelas I MI?

22 September 2022   06:07 Diperbarui: 22 September 2022   06:23 98 6 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Buku KMA 183 kelas 1 MI. Dokpri

Sekolah Dasar atau sering disebut dengan sekolah rendah menurut Wikipedia adalah ialah sekolah untuk pendidikan rendah dimulai dari kanak-kanak yang berumur empat hingga sembilan tahun. Mulai TK/RA s.d kelas 3 SD ini masih disebut dengan masa masa pembelajaran dasar. 

Sedangkan menurut pemerintah berdasarkan Undang  Undang  sistem pendidikan nasional bab VI pasal 17 menyebutkan:

  • Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan yang melandasi jenjang pendidikan menengah.
  • Pendidikan dasar berbentuk sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat serta sekolah menengah pertama (SMP) dan madrasah tsanawiyah (MTS) atau bentuk lain yang sederajat. Dalam pendidikan ini akan terjadi peletakan dasar dari pembangunan manusia. Esensi pendidikan yang dialami oleh manusia pada permulaan hidup lebih ditekankan pada fakta dan membaca fakta – fakta dalam pergelaran obyektifitas di alam ini. Maka dalam pendidikan dasar, orang tua tidak boleh bertengkar atau berbuat apa saja ya ng belum pantas diketahui oleh anak, sebab hal itu akan merusak sistem dan suasana hati yang sedang dibangun, karena alam ini tertib, maka rumah tangga serta lingkungannya harus tertib.   

Secara umum tujuan pendidikan dasar pada kelas rendah adalah 

  1. Memberikan bekal kemampuan membaca, menulis, dan berhitung
  2. Memberikan kemampuan dan keterampilan dasar (intelektual, sosial, moral, dan emosional) yang bermanfaat bagi kehidupan siswa sesuai dengan tingkat perkembangannya. 

Tujuan diatas akan terlaksana apabila guru yang mengajar di kelas rendah adalah orang orang pilihan yang siap membaur bersama dengan siswa siswi yang sangat super dan fleksibel. 

Apabila melihat buku buku dari Kurikulum yang dikeluarkan sekarang sangat jauh berbeda dengan masa masa tahun 90 an  yang masih teringat di fikiran ini hampir setiap hari membaca ini budi, ini buku, ini buku budi, untuk literasi sedangkan untuk numerasi 1+1 : 2+1 : 3+1 dan seterusnya hanya berfokus pada pembelajaran yang sangat dasar sekali. 

Apabila membandingkan dengan buku buku yang beredar sekarang pada zaman modern saat ini bagaikan langit dan awan, mulai dari bab 1 pada pembelajaran kma 183 atau tema bagi pelajaran umum yang disebut dengan tematik, sudah langsung masuk pada pemahaman dasar yang disertai dengan literasi yang kuat, sedangkan pada pembelajaran matematika/numerasi sudah memasuki  dasar dasar penjumlahan, perkalian dan pembagian. 

Timbul pertanyaan apakah cocok buku buku tersebut diajarkan pada kelas rendah pada masa sekarang ini ? Jawabannya tentu sangat cocok. 

Buku itu hanya sebagai pegangan materi yang harus terserap pada siswa sedangkan proses pengelolaan pembelajaran didalam kelas adalah tanggung jawab dari guru. 

Diera melenia atau abad 21 ini guru tidak boleh atau tidak hanya menjadi seorang mentor didepan yang harus didengar, disegani, dipatuhi saat mengajar siswa duduk tampa bergerak, mendengar tampa memberikan respon baik jawaban maupun tanggapan.

Hal demikian sudah tidak cocok lagi karena pengetahuan anak saat ini bisa lebih maju dari hal yang mereka dengarkan atau bisa juga kebosanan lebih cepat menghinggapi karena mereka dirumah mulai biasa dengan berbagai macam permainan baik dari game Playtasyen ataupun android yang sudah jadi kebutuhan dizaman ini. 

Guru yang mengajar siswa dasar harus exra keras berfikir dengan berbagai inovasi dan model pembelajaran yang dapat membuat kreatifitas siswa kelas rendah paham akan konsep kurikulum yang diberikan oleh pemerintah dan tidak terfokus pada tulisan yang hanya ada dibuku. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan