Mohon tunggu...
Sugiyanto Hadi Prayitno
Sugiyanto Hadi Prayitno Mohon Tunggu... Penulis - Lahir di Ampel, Boyolali, Jateng. Sarjana Publisistik UGM, lulus 1982. Pensiunan Pegawai TVRi tahun 2013.

Pensiunan PNS, penulis fiksi. Menulis untuk merawat ingatan.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Juru Parkir dan Pemulung, Dua Sosok yang Menginspirasi

13 November 2020   09:12 Diperbarui: 13 November 2020   09:19 241
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
foto akbar di jalan braga, hasil bidikan hermawan - jakarta.suara.com

Banyak peristiwa di luar sana yang bagus menjadi renungan. Menjadi pemikiran mengenai baik dan buruk, bermanfaat atau sia-sia, berpahala atau justru menimbulkan dosa. Tidak harus mengalami sendiri, dan apalagi melakukan sendiri hal-hal buruk untuk kemudian menunggu bagaimana akibatnya.

Tetapi untuk hal-hal baik, cermati dan camkan dalam hati; pada suatu kesempatan kelak (entah kapan dan di mana) kita akan menemukannya. Tinggal kemauan dan keikhlasan kita, mau berbagi atau tidak.

*

Contoh, Umroh

Apa yang ingin saya tulis di sini, yaitu mengenai dua sosok yang saling menginspirasi, yang patut dicontoh. Yaitu antara tukang parkir dengan seorang pemulung. Antara si obyek foto dengan fotografer alias si pengambil gambar/foto yang menjadi viral.

Obyek foto bernama Muhammad Ghifari Akbar (16), seorang pemulung dari Garut yang pergi dari rumah sejak putus sekolah kelas 4 sekolah dasar untuk mencari ibunya. Dramatis sekali, sebab ia berpakai lusuh dan karung pemulung di sampingnya. Dan dalam suasana dingin udara Bandung lantaran gerimis, ia bernaung di kawasan pertokoan Jalan Braga, pada tanggal 27 Oktober 2020 sore hari.

Bukan sedang merokok, makan, atau bermain ponsel. Ia sedang membaca kitab suci al Qur'an. Diberitakan hanya saarung dan kita suci itu bekalnya berangkat mencari ibunya ke Bandung. Entah apa yang dipikirkan dan diharapkannya dari ketekunannya mengaji hari itu.

Adapun sang fotografer Hermawan (40), juru parkir jalan Braga Kota Bandung.  Ia warga Kampung Babakan Sawah, RT 003/007, Kelurahan Sukahaji, Kecamatan Babakan Ciparay. Ia mengunggah foto itu di Facebook, lalu ada perasaan kasihan pada obyek foto dan segera menghapusnya. Tetapi kemudian ia mengunggahnya lagi. Atas saran isterinya, Hermawan mengunggah foto itu ke Instagram setelah tahu foto itu diviralkan oleh pengguna IG yang lain.

Mengapa tertarik untuk mengambil foto seorang pemulung? Dengarlah pengakuannya: "Ya, lagi hujan-hujan, ada anak ngaji 'kan, ya saya foto aja. Karena itu 'kan pemandangan yang gimanalah gitu bagi saya."

Setelah fotonya viral, Muhammad Ghifari Akbar diajak umroh dan diangkat menjadi anak asuh Syekh Ali Jaber , seorang pendakwah dan ulama asal Madinah.  

*

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun