Mohon tunggu...
Sugiyanto Hadi Prayitno
Sugiyanto Hadi Prayitno Mohon Tunggu... Lahir di Ampel, Boyolali, Jateng. Sarjana Publisistik UGM, lulus 1982. Pensiunan Pegawai TVRi tahun 2013.

Pensiunan PNS, penulis fiksi. Menulis untuk merawat ingatan.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Menyusuri Subuh

3 Mei 2017   06:31 Diperbarui: 3 Mei 2017   07:59 1037 6 4 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Puisi | Menyusuri Subuh
Istanbul Blue Mosque, James Sommerville

Berjalan menyusuri subuh serasa lengang merenungi padang yang lama tak tersiangi, sedang angin luruh berbaris diantara pohon dan rerimbunan ilalang meninggi menyembunyikan satwa galak yang siap menerkam sisa usia meluluh.

Rumah dengan masjid serupa niat yang sering patah, luka yang gampang kambuh, remang yang menggenangi suasana hati saat dirundung lupa mengukur betapa dekat hidup pada jalan lain yang menunggu resah was-was tak tertempuh.

Maka dalam gelap yang ngelangut dipagut satu demi satu langkah kaki ini kurunut setiap ucap seraya mengeja ceceran jengkal doa, tubuh ini melayang dari kematian kecil untuk mencumbui air wudhu lalu meratakan setiap tetes untuk menyucikan jasad yang lama tak terbasuh.

Pada hamparan sajadah tua yang khusuk menemani jiwa beri’tikaf, semestaku bersholawat, berdzikir, bertilawah menunggu saat iqamat dicerahkan untuk menegakkan hati dalam penghambaan ujung pagi. Tuhan, izinkan aku bersimpuh sedalam rukuk seindah sujud dalam semua pinta segenap syukur sekujur aduanku padaMU.

Kini kutahu rahasia di balik kemahaanMu dalam khusuk tertatih langkah menyusuri kemilau subuh, aku kembali dari pongah memperdayai diri dengan cara yang paling angkuh. Maka subuh ini kukembali menyapaMU dalam nyaring  ratapanku menyiangi padang yang lama tak tersentuh tak terbasuh.
 Sekemirung, 3 Mei 2017

Gambar

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x