Mohon tunggu...
Ranggamos
Ranggamos Mohon Tunggu... ****

Sneakers Clown "believe me, sometimes reality is stranger—and much more frightening—than fiction"

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Dalam Ruas Bambu

11 Juli 2019   17:26 Diperbarui: 23 Agustus 2019   17:26 32 0 0 Mohon Tunggu...

dalam ruas bambu lelap engkau lekat. menarik panjang napas sekilat

ilalang aku baring tersungkur, memandang sambil aku tafakur

perjalanan panjang sudah lewat. kupikir bertandang menghampiri kita sang kiamat

sepanjang tepi jalan tiada ujung cinta kita ukur. Saling dekap kita tertidur

dalam ruas bambu, pernahkah engkau bertanya anak kita tersimpan disana

juga perhitungkan sisa uang dalam saku untuk perjalanan berikutnya

sampai dimana kita? sampai kini, nanti dan seterusnya?

sisa dan dera pertarungan kita, dalam bentuk cahaya mempesona

seribu layang-layang diterbangkan menuju angkasa

pada lapang hijau kita amati sembari mengunyah pepaya

rinduku tidak mengungkap tabir ambisi cinta pada dirimu, ucapmu merana

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x