Mohon tunggu...
Sudomo
Sudomo Mohon Tunggu... Guru - Guru Penggerak Lombok Barat

Trainer Literasi Digital NTB; Penulis Buku 'Di Penghujung Pelukan (Mediakita), 'Pahlawan Antikorupsi: Sudah Adil, Kok!' (Funtastic MnC Gramedia), 'Tim Pencari Pesawat Sederhana' (Penerbit ANDI)

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Libur Telah Usai, Guru Merdeka Melakukan Apa?

2 Januari 2023   08:25 Diperbarui: 2 Januari 2023   08:30 183
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Bukan pertanyaan populer, melainkan pertanyaan retoris yang sudah jelas jawabannya. Tentu saja jawabannya sangat beragam. Ada guru yang menjawab, kembali mengajar seperti biasa. Ada juga guru yang memberikan jawaban, mengulang rutinitas seperti sebelumnya. Bahkan mungkin ada juga guru yang menjawab, menggugurkan kewajiban seperti semula. 

Jawaban-jawaban tersebut tergantung pada individu masing-masing guru. Tidak ada benar dan salah. Kembali ke nurani masing-masing terkait tugas yang diemban. Pendapat-pendapat tersebut jika ditarik benang merah tidak ada hal baru yang ingin diubah. Jawaban tersebut akan berbeda jika yang menjawab adalah Guru Merdeka

Guru Merdeka akan memberikan jawaban yang berbeda. Kenapa? Apa perbedaan jawabannya? 

Guru Merdeka adalah sosok yang ingin bebas dari tekanan saat mengajar. Sebagai upaya sosok ini akan terus belajar hal baru. Tujuannya agar bisa mengalahkan 'penjajahan' dalam dunia pendidikan. Guru Merdeka tidak akan tinggal diam untuk melakukan sesuatu yang berbeda. Bukan membuat kenyang egonya, melainkan demi memenuhi kebutuhan belajar murid-muridnya. 

Setelah libur usai, Guru Merdeka mempunyai banyak waktu untuk berkarya. Hal pertama yang akan dilakukannya adalah memastikan bahwa modul/perangkat ajar selama satu semester ke depan telah tersedia. Selain itu, juga memastikan media yang dibutuhkannya pun telah siap sedia. Dalam tahap ini, Guru Merdeka memastikan bahwa modul/perangkat ajar yang disusun berbasis pembelajaran berdiferensiasi dan integrasi Kompetensi Sosial Emosional (KSE). Tentunya dilengkapi dengan asesmen formatif dan sumatif yang sesuai. 

Pada tahap selanjutnya, Guru Merdeka akan menyiapkan asesmen awal untuk memulai satu lingkup materi pelajaran. Asesmen awal bisa berupa kognitif maupun non kognitif. Penyiapan asesmen awal ini sebagai bentuk upaya mengetahui kesiapan murid dalam menerima materi yang akan diajarkan. Selain itu juga untuk menentukan metode pembelajaran yang sesuai bagi mereka. 

Tidak lupa, Guru Merdeka akan menyiapkan beberapa teknik mindfulness. Baik itu teknik STOP, mendengar dengan sadar, dan melihat dengan sadar. Hal ini bertujuan untuk mengelola kelas yang menenangkan melalui integrasi KSE yang sudah tercantum dalam modul/perangkat ajar. 

Guru Merdeka pada tahap awal semester juga menyiapkan berbagai teknik ice breaking. Tujuanny

Dengan melakukan hal-hal tersebut di atas, seorang Guru Merdeka akan lebih siap dalam mengimplementasikan perubahan di kelas dan sekolah. Guna melengkapi peran diri sebagai Guru Merdeka, sosok ini akan terus meningkatkan kompetensi diri. Salah satunya adalah dengan mengakses Platform Merdeka Mengajar (PMM) di sela-sela kesibukan. Melalui PMM, Guru Merdeka akan secara mandiri terus belajar dan mengembangkan diri. 

Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun