Mohon tunggu...
Suci Handayani Harjono
Suci Handayani Harjono Mohon Tunggu... penulis dan peneliti -

Ibu dengan 3 anak, suka menulis, sesekali meneliti dan fasilitasi

Selanjutnya

Tutup

Lyfe

KD dan Aurel, Jangan Umbar Emosi di Medsos

31 Agustus 2015   10:37 Diperbarui: 31 Agustus 2015   10:37 3705
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Media sosial memudahkan kita melakukan banyak hal, membantu memperlancar pekerjaan, menjalin komunikasi, melakukan bisnis, menemukan orang-orang yang bertahun-tahun tidak bersua dan merekatkan kembali hubungan dengan orang lain. Tetapi jika kita tidak bijak dalam memanfaatkan medsos, kerugian yang akan kita rasakan.

Sudah banyak orang yang ‘ terpancing’ dengan kecanggihan medsos sehingga kurang bisa mengontrol dirinya sendiri. Mengumbar emosi, cacimaki, menguarkan kekesalan hati . Kalau tidak bijak , bukan tidak mungkin malah  berperkara dengan hukum. Sudah ada beberapa orang yang merasakan dampaknya saat kurang bijak ber-medsos.

Saat ada orang bijak yang mengatakan," jangan mengumbar emosi di medsos ", kiranya itu peringatan yang tepat. Kelegaan setelah mengeluarkan isi hati lewat medsos, bisa jadi menjadi penyesalan yang panjang.
Bijaklah mengontrol emosi,keluarkan di waktu dan tempat yang tepat. Usahakan jangan sampai mengumbar emosi lewat medsos, apalagi saat ada ketidakpuasan dengan keluarga sendiri, terlebih dengan anak/ibu.

Berkaca dengan luapan isi hati artis Krisdayanti (KD) yang menanggapi kicauan anak sulungnya dari perkawinan pertama, Aurel Hermansyah, ibaratnya menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri. KD agaknya lupa kontrol emosi saat ia menanggapi curahan hati anaknya.

Saat Aurel merayakan ultahnya yang ke-17, Sabtu (29/8/2015) malam, KD tidak bisa hadir. Barangkali Aurel kecewa dengan Miminya, sehingga ia menulis di akun Instagram-nya, @aurelie.hemansyah, mengungkapkan bahwa KD tidak datang ke pesta ulang tahunnya karena dilarang Raul, suami KD kedua.

"Sebenarnya aku nggak mau nulis ini, tp aku lelah dibilang dan dibully sebagai anak durhaka!!!" curahan hati Aurel pada Minggu.

"Mimi adalah ibu yg melahirkan aku dan aku nggak mungkin mau menjadi anak durhaka walau apapun keadaannya... Sudah 5 bulan aku nggak bisa ketemu mimi jd gmn aku bs post foto sm mimi ,” tambahnya lagi.


KD agaknya kelewat emosi sehingga membalas kicauan anaknya,
"Kondisi terakhir yg membuat saya sangat terpukul krna sikap tidak sopan kedua anak sy Aurel dan Azriel, sy jga sebagai ibunya malu atas tindakan anak saya. Sy berharap jg suami sy memaafkan mereka," balas KD dalam akun Instagram-nya, @krisdayantirl, Minggu (30/8/2015).

"Sy sangat paham dengan curahan hati anak saya Aurel. Dulu2 malah suami saya selalu mengingatkan saya untuk selalu berusaha contact anak2 dan ajak bertemu supaya bisa dekat dengan anak2. Namun setiap mau ketemu tiba2 anak saya yg batalkan dgn alasan ini itu. Itu semua saya pahami karena mungkin dengan kesibukan mereka," tambahnya.

Apa yang diungkapkan KD melalui akun instagramnya sebagai balasan dari tulisan anaknya, menurut saya kurang tepat. Bukankah itu artinya ia membuka aib sendiri? Sebagai selebritis yang banyak disorot public, mestinya ia bisa mengerem emosi dan menyampaikan secara baik-baik ke putrinya tanpa melalui medsos. Masyarakat yang tidak tahu hubungan keluarga mereka, jadi tahu setelah apa yang mereka tuliskan. Kenapa KD-nya sebagai ibu tidak memerankan sosok ibu yang diinginkan anaknya? Bisa saja ia menanggapi ungkapan Aurel dengan cara menelpon anaknya dan memberikan pengertian  baik-baik alasan ketidakhadirannya sekaligus menjawab tentang kondisi 5 bulan terakhir yang menyebabkan anaknya susah bertemu dengannya.

Saya memahami perasaan Aurel, gadis remaja yang dalam masa pertumbuhan, mencari jati diri dan terus berusaha membaca , memahami situasi hubungan miminya dengan ia, ayah dan adiknya. Sebagai anak yang saat itu beranjak remaja dan tahu Miminya meninggalkan Pipinya kemudian menikah dengan laki-laki yang juga meninggalkan keluarganya, ia pastilah sangat kritis dan tanggap situasi yang terjadi saat itu. Meskipun ia masih dianggap anak-anak , tetapi ia juga punya perasaan dan pasti tahu kalau apa yang dilakukan Miminya tidaklah mendapatkan kerelaan hatinya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun