Mohon tunggu...
sucahyo adiswasono@PTS_team
sucahyo adiswasono@PTS_team Mohon Tunggu... Wiraswasta - Wiraswasta

Hanya Seorang Bakul Es, Pegiat Komunitas Penegak Tatanan Seimbang. Call Center: 0856 172 7474

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana Pilihan

Seruan Tuhan Dengarkanlah

17 Juni 2024   06:08 Diperbarui: 17 Juni 2024   06:26 159
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Input sumber gambar: pixabay.com

Suara Tuhan menyengat dalam terik kemarau panjang
Suara Tuhan bergemuruh dalam terjangan banjir, badai dan tanah longsor

Teriakan Tuhan menggelegar dalam guncangan gempa dan tsunami
Teriakan Tuhan berdentum dalam letusan gunung berapi

Seruan Tuhan menyatu dalam deru mesin perang dan ledakan bom dahsyat

Dan, semua bencana itu adalah peringatan awal
Sebelum datang malapetaka besar ...

Sadarilah, bahwa Tuhan tak bicara dengan bahasa manusia
Bencana-bencana yang terjadi adalah teriakan lantang Tuhan
Agar manusia segera bertaubat, menghentikan perusakan ciptaan-Nya
Karenanya, dengarkanlah suara Tuhan!

Lantas, apa sesungguhnya tugas kita?

Menjadi penyambung lidah Tuhan
Menyuarakan peringatan dengan bahasa manusia
Sebab, Tuhan tak bicara dengan bahasa manusia ...

*****

Kota Malang, Juni di hari ketujuh belas, Dua Ribu Dua Puluh Empat.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun