Mohon tunggu...
Subhan Yulianto
Subhan Yulianto Mohon Tunggu... Sang Jurnalis Madrasah di Hutan Sungai Mahakam

Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Dimana kita di SK-kan, disanalah kita menghormati adat istiadat di tempat tinggal kita. di Bumi Etam Muara Ancalong merupakan tempat saya di SK-kan untuk mengelola administrasi MTs Negeri Kutai Timur, sekaligus Jurnalis Madrasah dibawah naunagan Humas http://kaltim.kemenag.go.id . Pahit nggak pahit, mau nggak mau mesti HARUS dijalani demi Negara Indonesia tercinta. Saat kepenatan atas terkurungnnya saya, Istri dan anak saya di engah hutan belantara, 8 jam menuju Ibu kota Kaltim, Samarinda. 12 Jam ke Sangatta sebagai Ibu Kota Kutai Timur. belum lagi sakit saya batuk-batuk hingga berdarah; jauh dari Rumah Sakit, serta belum adanya tanda-tanda saya mutasi ke Kota, menjadikan diri ini semakin sempit dan pasrah terhadap keadaan. belum lagi masalah pendidikan anak saya. Saya ingin sekali menyekolahkan ke Kota, namun apa daya sangat jauh dari pantauan Orang Tua. Sempat saya katakan: "Bersabarlah nak.. walau kamu siswi terbaik pertama pada UNBK tahun 2019 se MTsN Kutim, amun kamu harus tahu kondisi abah.. Semoga pada saatnya kamu bisa melanjutkan Kuliah di tempat yang paling baik, sesuai dengan keinginan hatimu nak.." Diiringi dengan niat baik untuk mengubah kondisi tersebut, dengan berbagi pengalaman saya selama ini di tengah hutan, serta menimba ilmu dari senior, maka dari itulah saya bergabung dengan kompasiana. Semoga dengan secarik kertas digital ini dapat membantu teman-teman, Terimakasih..

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

MTsN Kutai Timur Bantu Sumbangan Korban Kebakaran di Mulupan

3 Oktober 2019   10:18 Diperbarui: 3 Oktober 2019   10:30 2 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
MTsN Kutai Timur Bantu Sumbangan Korban Kebakaran di Mulupan
Kolase foto

Mulupan, (Madrasah). Kepala MTsN Kutai Timur, Anang Miftah, S.Ag,  memberikan sumbangan kepada korban kebakaran di Desa Mulupan Kecamatan Muara Bengkal. (28/09).

Anang mengatakan bahwa: "Sumbangan itu berasal dari Guru, Karyawan dan Pelajar MTsN Kutai Timur berupa sembako dan pakaian dan langsung diterima oleh Kepala Desa Mulupan di Pos Penerimaan Bantuan Bencana Kebakaran".

Menurut sebagian warga yang tidak mau disebut namanya mengatakan: "Kebakaran dimulai saat maghrib, begitu listrik menyala, langsung terjadi korsleting listrik yang menyebebkan kebakaran besar. Sekitar 27 Rumah penduduk dan 3 sarang walet hangus terbakar.

Warga Mulupan dan sekitarnya saling bahu-membahu memadamkan api, namun sia-sia, karena minimnya debit air disungai akibat kemarau panjang, hingga tidak bisa memadamkan api yang sangat besar, apalagi adanya 5 alkon yang tidak berfungsi, hanya ada 1 saja yang bisa digunakan untuk menyemprot kobaran api yang sangat membara." (Subhan).

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x