Mohon tunggu...
Subhan Yulianto
Subhan Yulianto Mohon Tunggu... Sang Jurnalis Madrasah di Hutan Sungai Mahakam

Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Dimana kita di SK-kan, disanalah kita menghormati adat istiadat di tempat tinggal kita. di Bumi Etam Muara Ancalong merupakan tempat saya di SK-kan untuk mengelola administrasi MTs Negeri Kutai Timur, sekaligus Jurnalis Madrasah dibawah naunagan Humas http://kaltim.kemenag.go.id . Pahit nggak pahit, mau nggak mau mesti HARUS dijalani demi Negara Indonesia tercinta. Saat kepenatan atas terkurungnnya saya, Istri dan anak saya di engah hutan belantara, 8 jam menuju Ibu kota Kaltim, Samarinda. 12 Jam ke Sangatta sebagai Ibu Kota Kutai Timur. belum lagi sakit saya batuk-batuk hingga berdarah; jauh dari Rumah Sakit, serta belum adanya tanda-tanda saya mutasi ke Kota, menjadikan diri ini semakin sempit dan pasrah terhadap keadaan. belum lagi masalah pendidikan anak saya. Saya ingin sekali menyekolahkan ke Kota, namun apa daya sangat jauh dari pantauan Orang Tua. Sempat saya katakan: "Bersabarlah nak.. walau kamu siswi terbaik pertama pada UNBK tahun 2019 se MTsN Kutim, amun kamu harus tahu kondisi abah.. Semoga pada saatnya kamu bisa melanjutkan Kuliah di tempat yang paling baik, sesuai dengan keinginan hatimu nak.." Diiringi dengan niat baik untuk mengubah kondisi tersebut, dengan berbagi pengalaman saya selama ini di tengah hutan, serta menimba ilmu dari senior, maka dari itulah saya bergabung dengan kompasiana. Semoga dengan secarik kertas digital ini dapat membantu teman-teman, Terimakasih..

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan

Muara Ancalong Kebakaran Hutan Lagi

26 September 2019   15:36 Diperbarui: 26 September 2019   15:46 99 1 1 Mohon Tunggu...

Maraknya kebakaran hutan di Bumi Pertiwi, ternyata melanda juga di Muara Ancalong. Tepatnya di Habling 11. 12 dan Kilo metet 6-7, Desa Seniyur, Kelinjau Ilir dan Kelinjau Ulu. (24/09).

Tim Pemadan Kebakaran Muara Ancalong besarta Polsek, Koramil, Masyarakat dan Muspika bahu -membahu memadamkan api di Hutan. Menurut Aryanto Kepala Unit Damkar Muara Ancalong mengatakan: "Bahwa penyebab kebakaran hutan adalah karena pembakaran kebun secara liar, Pembuangan putung rokok yang mengenai daun kering, hingga merambat ke lahan yang lain, juga adanya suhu panas yang ekstrim hingga penggesekan batubara yang memicu terjadi api."

Kilas Balik

Dahulu, Tiga tahun silam, Muara Ancalong juga pernah terjadi kebakaran hutan sekitar tanggal 15 Maret 2016, hingga Pangdam VI/ Mulawarman dan Kapolda Kaltim dengan 53 porsenil gabungan TNI, termasuk Tim Rudal dari Kota Bontang, Polri dan sekitar 60 pejabat dan pegawai Kecamatan dan Kabupaten Kutai Timur, Satpol PP dan Satuan Pemadam Kebakaran, bertandang ke Muara Ancalong untuk memantau titik api kebakaran hutan (Hot Spot) yang terjadi pada beberapa kecamatan di Kabupaten Kutai Timur yaitu: Kecamatan Muara Ancalong, Telen, Busang, Karangan, Sangatta Selatan, Muara Bengkal dan Sangkulirang, yang dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Operasi Korem 091/ASN Samarinda, Kolonel Inf. Jao Xavier Barreto Nunes, SE. Semoga kebakaran hutan tidak akan terulangi lagi. (Subhan).

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x