Mohon tunggu...
Fajar Setiawan
Fajar Setiawan Mohon Tunggu... Mahasiswa

Hi!

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Pengantar Ilmu Tajwid

16 April 2020   03:59 Diperbarui: 25 Juli 2020   09:51 765 2 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pengantar Ilmu Tajwid
Sumber ilustrasi: madaninews.id

Allah Subhanahu Wa Ta'ala memerintahkan kepada kita untuk membaca Al-Qur'an dengan tartil (perlahan-lahan). Dengan adanya perintah membaca Al-Qur'an dengan tartil, itu berarti kita juga diharuskan untuk mempelajari ilmu tentang tata cara membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar. Ilmu yang dimaksud tidak lain adalah ilmu tajwid.

Pengertian Tajwid

Tajwid secara bahasa berasal dari kata jawwada-yujawwidu-tajwidan yang artinya membaguskan atau membuat jadi bagus. Adapun menurut istilah, tajwid adalah:

"Ilmu yang berfungsi untuk mengetahui bagaimana cara memberikan hak setiap huruf dan mustahaqnya baik yang berkaitan dengan mad dan lainnya, seperti tarqiq (tipis) dan tafkhim (tebal) dan selain dari keduanya."

Yang dimaksud dengan hak huruf adalah sifat yang senantiasa menempel pada huruf, seperti al-jahr, isti'la, dan lain-lain. Sedangkan mustahak huruf adalah sifat yang nampak sewaktu-waktu seperti tafkhim, tarqiq, ikhfa, idgham, dan lain-lain.

Tujuan Mempelajari Ilmu Tajwid

Tujuan mempelajari ilmu tajwid adalah untuk menjaga lidah agar terhindar dari kesalahan dalam membaca Al-Qur'an. Ada 2 jenis kesalahan dalam membaca Al-Qur'an, yaitu:

  1. Kesalahan yang jelas (lahnul jaly) yaitu salah dalam pengucapan lafazh sehingga merusak teori bacaan, baik merusak makna maupun tidak, seperti berubahnya huruf atau harakat. Ulama tajwid sepakat bahwa kesalahan jaly ini hukumnya haram. Kesalahan ini disebut jaly (jelas) karena setiap orang yang mengetahui huruf Al-Qur'an dan dapat membacanya pasti mengetahui bahwa bacaan itu salah.
  2. Kesalahan yang samar (lahnul khafiy) yaitu salah dalam pengucapan lafazh sehingga merusak teori bacaan, tetapi tidak sampai merusak makna, seperti meninggalkan ghunnah, kurang panjang dalam membaca mad wajib, mad lazim, dan lain-lain. Kesalahan ini disebut khafiyy (samar) karena hanya orang yang telah menguasai ilmu tajwid dan peka pendengarannya yang dapat mengetahui kesalahan tersebut.

Hukum Mempelajari Ilmu Tajwid

Hukum mempelajari ilmu tajwid sebagai disiplin ilmu adalah Fardhu Kifayah atau merupakan kewajiban kolektif. Ini artinya mempelajari ilmu tajwid secara mendalam tidak diharuskan bagi setiap orang, tetapi cukup diwakili oleh beberapa orang saja. Namun jika dalam suatu kaum tidak ada seorangpun yang mempelajari ilmu tajwid, berdosalah kaum itu.

Adapun hukum membaca Al-Qur'an dengan tajwid adalah Fardhu 'Ain atau merupakan kewajiban pribadi. Membaca Al-Qur'an sebagai sebuah ibadah haruslah dilaksanakan sesuai ketentuan. Ketentuan itulah yang terrangkum dalam ilmu tajwid. Dengan demikian, memakai ilmu tajwid dalam membaca Al-Qur'an hukumnya wajib bagi setiap orang, tidak bisa diwakili oleh orang lain. Apabila seseorang membaca Al-Qur'an tidak memakai tajwid, hukumnya berdosa.

Referensi: Panduan Pendidikan Al-Qur'an Himpunan Qari dan Qariah Mahasiswa (HIQMA) UIN Jakarta 2019: Metode Munazamat

VIDEO PILIHAN