Mohon tunggu...
Steven Saunoah
Steven Saunoah Mohon Tunggu... Lainnya - Mahasiswa Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandira-Kupang

Menulis adalah hobi saya. Terkadang menulis membuat saya mengekspresikan jiwa saya ke dalam tulisan. Tulisan yang selalu saya senangi adalah puisi. Karya sastra sederhana itu membuat saya menemukan kembali jiwa saya yang kadang pula rapuh sebagai manusia.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Melampaui Malam

8 September 2022   17:56 Diperbarui: 8 September 2022   23:35 63 1 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

MELAMPAUI MALAM

*Steven Saunoah


I/  Sudut-sudut keheningan menembusi rongosokan telaga gelisah

     Berciut lalu memendam rasa tapa yang gerah.

     Situasi berubah, ketika lautan suara berkoar meminta keadilan

     Pada siang yang seharusnya memberikan jalan.

     Ahhhh.....inikah kutukan malam?

II/ Titik-titik keringat berpijak seharian di jalanan

      Meminta yang seharusnya ada pada Negeri bukan beban.

      Yang lemah susah bersuara, yang banyak suara sukar menjadi lemah

      Sebab rasa nyaman akan posisi, membuat mereka sukar untuk berubah.

      Sekali lagi....inikah ancaman malam?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan