Mohon tunggu...
Steven
Steven Mohon Tunggu... Wiraswasta - Content Creator

-

Selanjutnya

Tutup

Media Pilihan

Kompasiana, Cara Berkomunikasi Kalian adalah Tiket Kegagalan!

27 Oktober 2021   17:50 Diperbarui: 27 Oktober 2021   17:58 806 43 27
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Media. Sumber ilustrasi: PIXABAY/Free-photos

Saya tidak ingin berbasa-basi maupun berpanjang lebar di artikel kali ini. Seperti yang kita tahu, daftar pengumuman penerima K-Rewards bulan September 2021 baru saja diumumkan oleh akun resmi Kompasiana, mungkin beberapa saat sebelum artikel ini terbit.

Saya mencermati, ada beberapa Kompasianer yang mengalami penurunan jumlah K-Rewards, yakni saya sendiri, Steven Chaniago, serta Kompasianer Deddy Huang. Mungkin beberapa teman saya seperti bung Ilham Maulana dan Dani Ramdani juga mengalami situasi serupa.

Di sisi lain, banyak pula Kompasianer lain yang mendapatkan peningkatan jumlah K-Rewards yang lumayan signifikan. Saya mencermati ada yang mengalami peningkatan 300 hingga 500 ribu per satu orang Kompasianer.

Saya sejujurnya tidak ingin ambil pusing dengan teman-teman Kompasianer yang mendapatkan peningkatan jumlah K-Rewards, malah saya ikut senang. Yang ingin saya permasalahkan ialah kami-kami yang menerima penurunan jumlah K-Rewards ini. Berikut saya rangkum menjadi dua poin agar mudah dipahami.

1. Saya Tidak Menggunakan Cara Curang!

Mari kita fair-fairan, apakah Kompasiana pernah menyebut apabila penggunaan ads adalah sebuah kecurangan? Tidak pernah, bukan? Jadi, wajar tidak kalau ada Kompasianer yang memaksimalkan fitur ads tersebut untuk meningkatkan jumlah views? Wajar, kan?

Okelah, kalaupun akhirnya setelah beberapa Kompasianer menggunakan ads, ternyata ada beberapa oknum yang mendapatkan jumlah K-Rewards selangit sehingga membuat pengelola menjadi (mungkin) kesulitan secara finansial.

Kan bisa disosialisasikan terlebih dahulu. Misalnya dengan melalui fitur chat Whatsapp, yang menginformasikan kepada pengguna ads untuk tidak menggunakan fitur tersebut lagi karena dianggap curang. Kan lebih enak, bukan? Saya juga pasti tidak mau menggunakan kok kalau memang itu dinyatakan sebagai tindakan kecurangan.

Saya tidak berbicara mewakili Ko Deddy Huang yang juga mengalami penurunan K-Rewards drastis, tapi saya beritahu saja, saya menggunakan ads pun hanya pada beberapa artikel saja, paling 5 atau 6 biji.

Selebihnya, saya usaha sendiri mempromosikan di komunitas-komunitas Facebook, sampai mata saya bermasalah karena kelelahan hingga harus ke dokter. Jadi, saya rasa wajar apabila saya mengeluh karena saya tidak tergolong kategori yang dituduhkan oleh pihak pengelola.

Saya tidak meminta belas kasihan kalian admin/pengelola, saya hanya ingin kalian tahu kalau SAYA TIDAK CURANG! Kalau pun mau, potong saja penghasilan saya dari artikel yang saya pakaikan ads, toh paling hanya berkurang satu jutaan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Media Selengkapnya
Lihat Media Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan