Mohon tunggu...
Steven Chaniago
Steven Chaniago Mohon Tunggu... Wiraswasta - Bucin banget orangnya hehe

Owner Instagram Thrift Shop (@gretta.room) + Instagram Sparepart Motor dan Mobil (@chandramotorkm7). Kontak: 089505485190 (WA)

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Tekotok, Ketika Animasi jadi Sarana Pelampiasan Kegelisahan

6 September 2021   17:09 Diperbarui: 6 September 2021   17:13 544 31 3
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Tekotok, Ketika Animasi jadi Sarana Pelampiasan Kegelisahan
Salah satu video Tekotok (Sumber: noxinfluencer.com)

Ketika teman-teman sedang asyik scroll di Instagram atau Youtube, pernah gak sih ketemu video yang intronya berbunyi "Tekotokotokotokotok"? Untuk teman-teman yang tidak tahu atau belum familiar dengan intronya, catchphrase tersebut adalah kata-kata yang digunakan oleh animator dengan Youtube channel bernama "Tekotok".

Ya, di awal 2021 lalu, sempat banyak animator-animator baru bermunculan di tengah pandemi Covid-19. Beberapa yang menarik perhatian penulis adalah Tekotok dan Vernalta. Sebelumnya, sudah ada channel Animasinopal, yang mungkin sudah ada dari tahun 2019 atau 2020. Itulah tiga channel animasi yang penulis follow dan subscribe di Instagram dan Youtube, karena menurut penulis ketiga channel tersebut unik, menghibur, dan menginspirasi.

Namun, Tekotok secara pribadi lebih berkesan untuk penulis, sebab ide-ide konten yang dijadikan animasi sendiri sangatlah berimbang, yaitu berisikan kritikan, keresahan orang banyak, hingga perasaan pribadi animatornya yang juga bisa di-relate oleh sebagian besar penontonnya.

Contohnya, konten Tekotok yang berjudul "Hones Translator Cowok", disitu Tekotok menganimasikan seorang wanita yang memiliki sebuah alat yang bisa mengartikan perkataan pria secara jujur. Si wanita pun menggunakan alat tersebut kepada pria yang ingin menjadi pacarnya.

Alat tersebut mengartikan secara jujur perkataan si pria. Intinya, pria tersebut tidak benar-benar tulus mencintai si wanita ini. Wanita ini pun mendengar (dan tahu) apa yang diinginkan oleh si pria, yakni hanya bercinta dengan si wanita. Si pria ini pun putus asa, karena paham bahwa mustahil si wanita mau menerima dirinya setelah tau niat busuknya. Tapi plot twistnya, wanita tersebut malah masih mau menerima si pria, yang juga membuat pria tersebut kaget.

Dari sini, Tekotok seakan ingin menyindir kelakuan (banyak) pria berhidung belakang, serta kelakuan membodohi diri sendiri yang lumayan sering dilakukan oleh para wanita di dunia nyata. Yup, hal ini berkaca pada fenomena di Indonesia, dimana sebenarnya banyak wanita sudah paham kalau pria yang dipacarinya tidak tulus (hidung belang), namun tetap mau-mau saja, karena (mungkin) sudah terlanjur cinta dan sebagainya.

Kemudian, ada pula salah satu video Tekotok yang mewakili perasaan banyak mahasiswa di Indonesia berjudul "Donasi Tugas Kelompok Ft. Serena @Dasi Gantung". Di video tersebut, ada kelompok mahasiswa berisi 3 orang, dan terlihat 2 orang sedang mengerjakan tugasnya sementara 1 orang lainnya rebahan.

Salah satu pria yang mengerjakan tugasnya lalu meminta agar pria yang rebahan itu untuk mengerjakan tugasnya, namun si pria ini hanya ingin punishing (finishing) nya saja. Sebagai gantinya, si pria ini membelikan teman-temannya gorengan. Si pria ini lalu menawarkan juga apakah kedua temannya yang sedang mengerjakan tugas itu ingin dibelikan makanan lain.

Mahasiswa pria yang sedang mengerjakan tugasnya menolak dan meminta si pria rebahan untuk mulai bekerja, karena tugasnya sudah hampir selesai. Sementara mahasiswa wanita yang juga sedang bekerja, meminta dibelikan rendang, ayam bakar, dan ikan tongkol. Meski awalnya ragu, namun si pria rebahan ini mengiyakan permintaan si wanita.

Yup, bagi mahasiswa di dunia nyata, tentu hal ini sangat lumrah. Ada banyak mahasiswa yang bekerja malas-malasan dalam suatu kelompok belajar, istilah kerennya "Free Rider". Sebagai ganti, mahasiswa yang malas-malasan ini akan membelikan gorengan, makanan, atau minuman untuk teman-temannya yang bekerja. Bahayanya, praktek free rider ini semakin marak di kalangan mahasiswa, karena adanya fakta bahwa fenomena free rider ini kurang mendapat perhatian dari dosen atau universitas.

Sedangkan Tekotok, entah mendapat laporan dari penonton atau memang karena kebetulan memperhatikan isu free rider ini, mencoba menyindir kelakuan para free rider tersebut melalui video yang judulnya penulis sampaikan di atas. Harapannya, fenomena negatif ini mendapat perhatian agar segera dicari jalan keluarnya oleh pihak yang bertanggung-jawab.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan