Mohon tunggu...
Steven Chaniago
Steven Chaniago Mohon Tunggu... Wiraswasta - Bucin banget orangnya hehe

Owner Instagram Thrift Shop (@gretta.room) + Instagram Sparepart Motor dan Mobil (@chandramotorkm7). Kontak: 089505485190 (WA)

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

7 Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Memberikan Kritik

27 Agustus 2021   06:35 Diperbarui: 27 Agustus 2021   06:33 199 37 12
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
7 Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Memberikan Kritik
Ilustrasi kritik. (Sumber: kompas.com)

Untuk membuka artikel ini, penulis ingin mengajak teman-teman untuk merasakan dan mengingat kembali, seberapa sering sih kita menyampaikan kritik. Apakah jarang, kadang-kadang, sering, atau cenderung nafsu dalam menyampaikan kritik?

Kritik menurut KBBI adalah "Kecaman atau tanggapan, kadang-kadang disertai uraian dan pertimbangan baik buruk terhadap suatu hasil karya, pendapat, dan sebagainya".

Sejatinya, kritik secara garis besar mempunyai tujuan yang baik, yakni agar sesuatu yang dinilai kurang, dapat diperbaiki hingga semakin berkembang dari waktu ke waktu.

Namun, kadang tak jarang justru ada oknum yang berlindung di balik kata "Kritik", agar dapat memberikan komentar-komentar negatif terhadap individu, maupun kelompok.

Subjek dari kritik yang tidak membangun ini pun beragam. Mulai dari pemerintah ketika mengambil keputusan yang salah, atlet yang gagal berprestasi, hingga admin dan pengelola suatu lembaga/organisasi. Masih banyak subjek kritik yang lainnya, namun beberapa yang penulis sebut nampaknya adalah yang paling umum dan relevan.

Maka dari itu, penulis akan menjabarkan setidaknya tujuh (7) hal yang patut diperhatikan sebelum kita memberikan kritik kepada pihak lain, baik individu maupun kelompok (lembaga/organisasi). Berikut ketujuh hal tersebut:

1. Kritik Tidak Boleh Menjatuhkan

Seperti yang penulis singgung sebelumnya, kritik pada dasarnya harus membangun, supaya dapat membawa perbaikan bagi seseorang atau kelompok yang dikritik. Jadi, sebuah kritik tidak boleh justru malah menjatuhkan.

Contoh, kita ingin mengkritik pemain sepak bola karena mainnya jelek. Lalu kita berkata "Hei A, kok mainnya jelek banget, kayak sampah tau ga. Mending berhenti main bola deh, main congklak aja sana". Kalimat tersebut bukanlah suatu kritik, melainkan cacian.

Parahnya, beberapa orang justru gagal membedakan antara kritik dan cacian, sehingga kalimat di atas sering dianggap sebagai kritik.

Memangnya, pemain bola tersebut bisa memperbaiki diri kalau disebut sampah? Apa bisa pemain bola tersebut tiba-tiba bermain selevel Messi dan Ronaldo ketika disebut sampah? Tidak.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan