Mohon tunggu...
Steven Chaniago
Steven Chaniago Mohon Tunggu... Wiraswasta - Bucin banget orangnya hehe

Owner Instagram Thrift Shop (@gretta.room) + Instagram Sparepart Motor dan Mobil (@chandramotorkm7). Kontak: 089505485190 (WA)

Selanjutnya

Tutup

Viral Pilihan

TVRI Trending di Twitter, Valentino Simanjuntak, dan Mindset Masyarakat yang Mulai Maju

1 Agustus 2021   08:04 Diperbarui: 1 Agustus 2021   08:06 1470 22 4 Mohon Tunggu...
Lihat foto
TVRI Trending di Twitter, Valentino Simanjuntak, dan Mindset Masyarakat yang Mulai Maju
TVRI berhasil menjadi trending topic di Twitter berkat kepiawaian komentator mereka dalam cabor badminton di olimpiade 2020. (Sumber: mediansport.com)

Sabtu (31/7), stasiun televisi TVRI sempat menduduki kolom trending topic di Twitter. Alasan trendingnya TVRI ini tak lain karena kualitas komentator yang dianggap warganet mumpuni, dalam memberikan tanggapan atau komentar akan jalannya pertandingan di cabang olahraga (cabor) badminton di perhelatan Olimpiade Tokyo 2020.

Warganet beramai-ramai memuji kualitas komentator badminton TVRI, yakni mantan pemain badminton putri Indonesia, Yuni Kartika. Ya jelas saja, sebagai mantan pemain badminton profesional, Yuni Kartika sudah paham betul teknik-teknik dan seluk beluk dalam permainan badminton ini.

Ternyata, viralnya TVRI juga bukan semata-mata karena kualitas dari para komentatornya, melainkan karena di salah satu televisi swasta di Indonesia, kualitas komentator yang disajikan justru jauh dari kata kompeten, dalam memandu jalannya pertandingan badminton.

Kritik pun dilayangkan langsung kepada komentator yang bersangkutan, yakni Valentino Simanjuntak, atau yang biasa dikenal sebagai "Bung Jebret". Warganet beranggapan, bahwa Bung Jebret terlalu berisik, memberikan komentar yang tidak edukatif, dan tidak legowo menerima kritik.

Hal ini dipicu dari postingan Twitter dari akun @eldiawunderkid, yang membandingkan style komentar dari komentator di kedua stasiun televisi.

"Komentator TVRI: "Luar biasa netting yang dilakukan oleh Anthony Ginting," "Pukulan overhead yang bagus diarahkan ke Antonsen. Skor berbalik untuk Ginting."

Komentator Ikan Terbang: YAKKKKK! RATA KAUUUU!" ujar tweet akun tersebut.

Dari situ bisa terlihat, bahwa TVRI sejatinya lebih informatif, dengan menggunakan frasa yang relevan, seperti "netting", "pukulan overhead", dan beberapa istilah-istilah lain dalam permainan bulu tangkis.

Sebaliknya, Valentino Simanjuntak disebut warganet layaknya bapak-bapak biasa bila menilik dari ucapannya. Yup, bukan bermaksud menjatuhkan, namun harus penulis akui juga, memang seperti itulah kenyataannya.

Terang saja, penulis sebenarnya memuji mindset warganet yang mulai maju, sebab tidak melulu mementingkan aspek hiburan dalam semua hal. Dan situasi ini harusnya jadi tamparan untuk Bung Jebret, yang memang dari dulu sudah dikritik oleh beberapa penggemar sepak bola di tanah air, yang mengeluhkan teriakan-teriakan yang dibuatnya.

Tapi nyatanya, tidak ada introspeksi diri yang dilakukan Bung Jebret, terbukti dari komentarnya yang masih didominasi oleh teriakan-teriakan semata, berbanding terbalik dengan aspek informasi yang kadarnya tidak seberapa.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN