Mohon tunggu...
Steven Chaniago
Steven Chaniago Mohon Tunggu... Bucin banget orangnya hehe

Bila ingin memuat artikel untuk kebutuhan Fair Use, bisa menghubungi saya melalui Email di: kecengsc@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Pengalaman Dicopet di Tempat Umum, 2 Handphone Melayang!

18 Juni 2021   18:40 Diperbarui: 18 Juni 2021   19:29 99 17 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pengalaman Dicopet di Tempat Umum, 2 Handphone Melayang!
Ilustrasi copet / bali.tribunnews.com

Berbicara mengenai copet atau maling di tempat umum, memang tidak akan ada habis-habisnya. Mama saya pernah berkata, "Rambut sama hitam, namun hati, siapa yang tahu?" Kata-kata tersebutlah yang akhirnya membuat saya menjadi acuh kepada orang asing saat berada di tempat umum.

Bukan tanpa alasan Mama saya berkata seperti itu kepada saya. Seperti yang tertera di judul, saya merupakan salah satu korban copet/maling di tempat umum. Dan bukan hanya sekali, namun 2 kali.

Saya pertama kali kemalingan di tempat umum ketika saya berada di kelas 7 SMP. Waktu itu, saya senang sekali ketika diajak teman saya pergi ke mall sehabis bermain futsal. Ya maklum, sejak SD saya jarang sekali memiliki teman, jadi ketika bisa pergi bareng bersama teman, saya jadi sumringah.

Mama saya pun mengingatkan untuk berhati-hati, sebab itu adalah kali pertama saya pergi ke mall seorang diri tanpa ditemani Mama. Saya iyakan saja, dalam pikiran saya, "Apa sih yang bisa terjadi di dalam mall yang besar ini".

Setelah cukup lama berkeliling mall, kami tidak sengaja bertemu seseorang yang meminta bantuan untuk mengejar seseorang. Karena masih polos, ketika ada yang meminta bantuan, otomatis saya dan teman saya langsung membantu mengejarnya.

Sejujurnya saya ingin berhenti di tengah jalan, namun ada rasa tidak enak hati apabila membantu setengah-setengah. Akhirnya saya lanjutkan mengejar orang yang dimaksud tadi. Sampailah kami pada sebuah lahan parkir yang luas, namun kosong, karena lahan tersebut jauh dari pintu masuk mall.

Disitu kami bertemu dengan orang yang dimaksud. Namun anehnya, kami malah mendengarkan ocehannya yang tidak jelas dan berkaitan dengan hal supranatural. Saya dan teman saya mengangguk pada setiap kata-katanya.

Lalu, ia meminta mengeluarkan seluruh barang elektronik yang kami punya, sebab bila ada barang elektronik di tubuh kami, maka kami tidak akan selamat. Otomatis, tangan kami segera merambah kantong, dan saya keluarkan handphone Blackberry Onyx yang saat itu merupakan keluaran terbaru dan sedang trend.

Seingat saya, harganya 3 sampai 4 juta. Dan jleb, seperti yang sudah bisa ditebak. Hp itu akhirnya dibawa pergi oleh orang tersebut, dan singkat cerita, kami bersusah payah untuk pulang dengan selamat ke rumah kami masing-masing.

Kejadian kedua, sebenarnya terjadi ketika saya sudah dewasa, yakni saat saya pertama kalinya menaiki KRL Commuterline. Waktu itu saya dari stasiun Cikarang sedang mengarah ke stasiun Pondok Cina (kalau tidak salah), untuk bertemu dengan sahabat yang kebetulan kuliah di Universitas Indonesia.

Semuanya berjalan normal di perjalanan KRL pertama saya. Dari Cikarang ke Manggarai bahkan saya mendapatkan tempat duduk, bisa bermain handphone dengan santai, ya intinya biasa saja, tak ada pikiran ternyata kalau bisa saja copet justru sedang mengintai saya karena ketidakwaspadaan saya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN