Mohon tunggu...
Steven Chaniago
Steven Chaniago Mohon Tunggu... Bucin banget orangnya hehe

Owner Instagram Thrift Shop (@gretta.room) + Instagram Sparepart Motor dan Mobil (@chandramotorkm7). Kontak: 089505485190 (WA)

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Membahas Topik Personal Branding dan Implementasinya

16 Juni 2021   17:03 Diperbarui: 16 Juni 2021   17:13 83 21 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Membahas Topik Personal Branding dan Implementasinya
Ilustrasi Personal Branding

Sebenarnya beberapa kali saya tergoda menulis artikel mengenai topik pilihan (topil) Kompasiana mengenai Personal Branding, namun saya urungkan karena sepertinya para Kompasianer sudah beramai-ramai membahasnya.

Mulai dari cara membangun Personal Branding mereka masing-masing, lalu ada juga yang membahas Personal Brandingnya beberapa Kompasianer, serta tak sedikit juga Kompasianer yang menceritakan Personal Branding yang melekat pada diri mereka.

Topil mengenai Personal Branding ini pun merupakan salah satu topil yang meski ditulis oleh ratusan Kompasianer, masih terus saya baca setiap harinya. Karena juga, banyak artikel baru mengenai topil Personal Branding terus bermunculan, kendati beberapa topil baru sudah dikeluarkan oleh admin K.

Entah mengapa, rasanya membaca tulisan-tulisan Kompasianer sekalian, tak ada bosan-bosannya, karena setiap Kompasianer benar-benar mempunyai perspektif yang berbeda. Hal ini jarang ada di topil Kompasiana yang lain.

Misal, topil "Awas Copet". Bisa ditebak, hampir rata-rata tulisan yang membahas topil tersebut berisi cara/tips menghindari copet. Kalau sudah seperti itu, biasanya saya hanya membaca beberapa tulisan saja.

Nah, agar tidak terkesan sebagai artikel yang hanya komen doang, saya pun tertarik membagikan perspektif mengenai Personal Branding versi saya. Untuk saya pribadi, biasanya Personal Branding saya bedakan sesuai dengan kondisi atau lingkungan.

Jadi misalkan saat sedang berada di lingkungan kampus, saya selalu rajin mencatat pelajaran yang diberikan, rajin menjawab pertanyaan dosen, serta akhirnya terpilih menjadi asisten dosen. Di mata teman-teman yang tidak terlalu akrab atau junior-junior saya, mungkin saya terkesan sebagai senior yang kutu buku, sopan, atau kaku.

Lain di kampus, lain pula di Kompasiana. Di Kompasiana sendiri sepertinya frasa "Manga dan Anime" sudah sangat melekat pada diri saya sebagai seorang Kompasianer. Namun, sejatinya anggapan tersebut muncul tanpa sengaja karena rutinitas saya mengulas artikel tentang manga dan anime, hingga akhirnya terbentuklah menjadi Personal Branding saya.

Bila dibandingkan, apakah teman-teman dan junior saya di kampus mengetahui kalau ternyata saya adalah pencinta manga dan anime garis keras? Kemungkinan tidak, karena sedikit dari mereka yang membaca tulisan saya di Kompasiana.

Lalu, apakah para Kompasianer mengetahui kalau ternyata selain penggemar manga dan anime, saya juga adalah murid yang terbilang rajin? Belum tentu, karena kita belum pernah mengikuti kelas bersama-sama.

Nah, lain di kampus, lain di Kompasiana, lain lagi di rumah. Personal Branding yang tercipta dari keluarga saya adalah saya orang yang introvert parah, pemalas, dan juga lemot. Entah kenapa Personal Branding ini bisa tercipta, namun kemungkinan besar ini ada hubungannya dengan sikap saya ketika berada di rumah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x