Mohon tunggu...
Steven Chaniago
Steven Chaniago Mohon Tunggu... Mahasiswa Komunikasi

Bila ingin memuat artikel untuk kebutuhan Fair Use, bisa menghubungi saya melalui Email di: kecengsc@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

European Super League: Kita Dukung atau Boikot?

19 April 2021   13:41 Diperbarui: 19 April 2021   14:28 512 25 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
European Super League: Kita Dukung atau Boikot?
European Super League Logo/banjarmasin.tribunnews.com

Pagi ini (19/04), seorang jurnalis sepak bola ternama Fabrizio Romano, membuat sebuah pengumuman yang sangat mengejutkan. Ia mengumumkan kalau akan ada 12 tim besar Eropa yang akan menjadi partisipan European Super League alias ESL.

Ke-12 tim tersebut antara lain adalah Barcelona, Real Madrid, dan Atletico Madrid (Spain), lalu ada Manchester United, Manchester City, Tottenham Hotspur, Chelsea, Liverpool dan Arsenal (England), serta AC Milan, Inter Milan, dan Juventus (Italy).

Sejauh ini, sepertinya berita tersebut valid, karena berasal dari Fabrizio Romano yang memang terkenal dengan akurasi berita yang diberikannya. Jadi, bisa dibilang ke-12 klub yang disebutkan diatas, telah setuju bergabung dengan ESL, yang secara tidak langsung merupakan tandingan FIFA dan UEFA.

Dikabarkan juga, kalau format kompetisi dirancang untuk 15 tim pendiri serta 5 klub tambahan berdasarkan prestasi di kompetisi domestik, jadi masih ada 3 slot tersisa bagi klub-klub elite Eropa untuk bergabung sebagai tim pendiri. ESL sendiri akan diketuai oleh Florentino Perez, dan Andrea Agnelli serta Joel Glazer selaku asistennya.

Sejauh ini, jumlah suporter yang mengecam adanya European Super League memang lebih dominan ketimbang yang mendukung, namun bukan berarti jumlah pendukung ESL pun sedikit.

Berdasarkan poll yang dilakukan akun Instagram @433, ada 61.373 orang yang terang-terangan menolak ESL dilaksanakan. Sedangkan dari kubu pendukung ESL, ada sekitar 7929 suara. Vote hanya diambil hingga pukul 11:00 tanggal 19 April 2021, dan ketika artikel ini diterbitkan angka yang tertera sudah berubah.

FIFA dan UEFA sendiri mengecam adanya ESL dengan menyebut kompetisi tersebut hanya didasari kepentingan pribadi. Mereka pun kompak akan mengambil langkah apapun untuk mencegah kompetisi ini terlaksana.

Beberapa langkah yang diambil adalah dengan melarang pemain ESL untuk bermain di kompetisi manapun, termasuk larangan membela negara mereka di Piala Dunia. UEFA pun mengajak suporter dan politisi untuk bersama-sama menolak ESL.

Tapi sebenarnya, apa sih yang membuat kompetisi European Super League ini begitu dikecam? Berikut sudah saya rangkum 3 alasan pokok kenapa European Super League banyak ditolak, khususnya oleh tim-tim kecil dan kalangan suporter.

1. Kompetisi UCL dan Lokal Kehilangan Keseruannya

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
VIDEO PILIHAN